Bareskrim Polri Bongkar Peredaran Ganja yang Dikemas Dalam Aksesoris Rokok

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 27 Januari 2020 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 27 337 2158940 bareskrim-polri-bongkar-peredaran-ganja-yang-dikemas-dalam-aksesoris-rokok-RkF5iWOT5L.jpg Bareskrim Polri membongkar peredaran ganja yang dikemas dalam asesoris rokok (Foto: Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan barang bukti 41 Kilogram. Modus pelaku yakni dengan mengemas ganja dalam bentuk aksesoris rokok.

"Jadi, dalam bisnisnya ganja ini sudah dimodifikasi khusus lalu dikemas dalam kemasan aksesoris rokok. Ini temuan baru dari Bareskrim karena sedemikian rapinya modus ini mampu tercium," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim Polri, Senin (27/1/2020).

Asep menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat bahwa diduga terjadi peredaran ganja menggunakan media online Instagram dengan alamat akun @materilasap dan @drewmolid.smokehaus.

Baca Juga: Panik Dikejar Polisi, Wanita Ini Buang Sabu ke Jalan

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan sepasang kekasih berinisial YMK (33) dan AR (24) di suatu kamar kos Lentera Residance, Jalan Abuserin Nomor 17, Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada 10 Januari 2020.

"Ketika tim lakukan penggeledahan, tim menyita barang bukti narkoba jenis ganja 41 Kilogram dan barang bukti lainnya yang diduga berkaitan," ungkapnya.

Bareskrim Polri  mengungkap peredaran ganja

Berdasarkan pengakuan kedua pelaku, mereka sudah menjalankan bisnis haram tersebut sejak September 2019. Ganja itu sendiri diperoleh dari Bukittinggi, Sumatera Barat.

"Ganja tersebut dari T masih DPO dari Bukittinggi, dikirim menggunakan paket via ekspedisi yang ditujukan kepada AR ke alamat kosnya," ujar Asep.

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan selain 41 Kilogram ganja, yaitu aksesoris rokok seperti kertas paper, korek gas, filter rokok, kemasan kaleng rokok, alat penghancur biji dan tembakau rokok, dan isolasi plastik.

Baca Juga: Ibu Ini Sembunyikan Sabu di Toples Susu Bayinya

Kemudian alat vakum plastik, alat press plastik, timbangan digital, kantong alumunium, plastik klip, stiker hitam, sarung tangan plastik, plastik bubble wrap, laptop, dan handphone.

Para pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, dan atau penjara paling singkat enam tahun.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini