nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Atasi Virus Korona, Indonesia Dinilai Punya Fasilitas Memadai

Minggu 26 Januari 2020 10:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 26 337 2158422 atasi-virus-korona-indonesia-dinilai-punya-fasilitas-memadai-tlOPCkNyXN.jpg Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Shutterstock)

DOKTER spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani mengatakan Indonesia memiliki kemampuan dari kapasitas pencegahan dan pengendalian hingga diagnosis virus dan terapi penanganan.

"Ada tiga rumah sakit, yaitu RS Persahabatan, Sulianti Saroso, dan RSPAD. Semua memiliki kemampuan, bahkan saat pasien mengalami kondisi pneumonia, ada alat-alat. Jadi kapasitas pelayanan kesehatan kita siap," katanya, seperti dinukil dari BBC News Indonesia, Minggu (26/1/2020).

Ia mengatakan, fasilitas kesehatan telah memadai untuk melakukan terapi pendukung bagi korban terinfeksi virus korona.

"Dari pintu masuk penyaringan dengan thermo scanner, lalu evakuasi jika terindikasi dan isolasi. Jadi fasilitas kesehatan di Indonesia mampu," ujarnya.

Sosialisasi Tentang Virus Korona Belum Memadai

Beberapa warga di Jakarta dan Bali yang dihubungi BBC News Indonesia mengungkapkan belum mendapat sosialisasi resmi dan memadai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai langkah pencegahan serta penanganan jika terjangkit virus korona.

Jakarta dan Bali adalah dua kota besar yang mayoritas dikunjungi oleh warga negara China, baik untuk berwisata ataupun berbisnis.

Seorang warga Ibu Kota yang bernama Fuad mengatakan mengetahui virus korona dari media massa. Ia mengungkapkan belum mendengar sosialisasi dari pemerintah mengenai langkah pencegahan dan penanganan jika terjangkit virus korona.

"Jadi sementara waktu, saya dan keluarga akan menghindari tempat umum dan keramaian seperti mal karena hingga kita belum ada info pasti tentang langkah pencegahan supaya tidak terkena dan jika sudah terpapar," kata Fuad saat dihubungi BBC News Indonesia, Jumat 24 Januari 2020.

Senada dengan itu, beberapa warga Bali seperti Kadek dan Wayan Martadana mengungkapkan belum mendapat sosialisasi resmi dari pemerintah.

"Belum (ada info dari pemerintah), tidak tahu yang lainnya. Saya tahu hanya dari berita," kata Kadek.

Walau demikian, mereka tidak merasakan kekhwatiran seperti yang dirasakan Fuad.

Wayan menjelaskan saat ini situasi di Bali tetap berjalan normal, walaupun ada penurunan penyewaan mobil yang dilakukan oleh turis China di Bali.

"Belum Pak (ada sosialisasi). Tidak sama sekali (khawatir)," kata Wayan.

Korban Meninggal Virus Korona di China Mencapai 26 Orang

China telah memperluas karantina kota di Provinsi Hubei –asal penyebaran virus korona– setelah jumlah korban jiwa mencapai 26 orang.

Setidaknya 10 kota di Provinsi Hubei, yang dihuni 60 juta orang, telah menerapkan pembatasan perjalanan bagi warganya.

Di tingkat nasional, ada 830 kasus pasien terinfeksi virus korona yang telah dikonfirmasi.

Karantina kota diberlakukan menjelang Imlek yang merupakan salah satu perayaan terpenting di kalender China.

Jutaan orang umumnya mudik ke kampung halaman, tapi banyak dari mereka di Provinsi Hubei yang tidak akan merayakan.

Pembatasan perjalanan yang diterapkan berbeda-beda di tiap kota, meski banyak kota yang sudah menghentikan layanan transportasi publik.

Di Wuhan, ibu kota Hubei; dan tempat di mana virus korona pertama muncul, semua bus, kereta bawah tanah, dan kapal feri sudah dihentikan dan semua pesawat dan kereta dari Wuhan telah dibatalkan.

Warga diimbau tidak meninggalkan kota dan beberapa jalanan telah ditutup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini