nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Aktif Sebar Informasi Virus Korona

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 07:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 26 337 2158392 komisi-ix-dpr-minta-pemerintah-aktif-sebar-informasi-virus-korona-loNek3Xd4j.jpg Petugas memindai suhu tubuh penumpang pesawat dari luar negeri sebagai pencegahan masuknya virus korona. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Virus korona terus menyebar dari China ke berbagai belahan dunia. Beberapa negara sudah mengonfirmasi adanya kasus virus korona, seperti Prancis, Jepang, Australia, Singapura, Jepang, Nepal, Korsel, AS, Vietnam, hingga Malaysia. Tercatat puluhan nyawa sudah melayang sejak kemunculan virus tersebut.

Merespons meluasnya virus itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah untuk sigap menangani persoalan tersebut. Menurutnya, pemerintah harus membekali masyarakat dengan informasi tentang bahaya virus korona.

"Pemerintah harus memberikan informasi yang memadai kepada masyarakat terkait bahaya virus korona. Informasi ini sangat penting karena kalau masyarakat tidak tahu informasi tidak ada pencegahan dan justru membikin gaduh,” kata Ninik sapaan akrabnya kepada Okezone, Minggu (26/01/2020).

Ninik menilai, sikap pemerintah saat ini masih lamban dalam mengantisipasi dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait wabah virus korona. Padahal virus itu tersebut mirip dengan sindrom pernapasan akut parah (SARS).

Deteksi Virus Korona dengan Alat Pemindai Suhu Tubuh

“Hanya Indonesia yang belum aktif secara terbuka memberikan informasi soal virus korona kepada masyarakat. Padahal kemarin sudah ada suspect (terindikasi), seperti di Jakarta, walaupun akhirnya negatif,” tuturnya.

Ketua DPP PKB Bidang Kesehatan dan Penguatan Inklusi Disabilitas itu menekankan agar pemerintah bisa memberikan informasi secara lengkap melalui media seperti broadcast via SMS blast, media sosial, televisi, dan media lainnya secara berkelanjutan. Upaya itu diharapkan dapat membuat masyarakat paham dan bisa mengantisipasi.

“Contoh di luar negeri itu ada SMS masuk ke seluruh masyarakat di Korea maupun pengunjung di Korea atau wisatawan untuk berhati-hati terhadap virus korona,” katanya.

Ninik juga meminta pemerintah untuk lebih fokus pengamanan pada bandara maupun pelabuhan, di mana tempat-tempat tersebut menjadi pintu masuk orang dari luar negeri. Menurutnya saat ini alat pendeteksi tubuh di lokasi tersebut masih belum maksimal.

“Jadi itu semua harus dimaksimalkan, kantor kesehatan pelabuhan juga ada dan harus dimaksimalkan untuk mencegah bahaya virus itu,” katanya.


Baca Juga : Siaga Virus Korona, RSUP Kariadi Semarang Siapkan 16 Ruang Isolasi

Ninik juga mempertanyakan sikap Menteri Kesehatan yang hingga saat ini dinilai belum memiliki antisipasi secara masif terkait wabah virus korona tersebut.

“Saya sempat bertanya-tanya juga kenapa Pak Menteri Kesehatan tidak melakukan gerakan cepat untuk melakukan antisipasi, jangan sampai nanti ada yang sudah terkena lalu jadi ramai,” tuturnya.


Baca Juga : Antisipasi Virus Korona, RS Adam Malik Medan Siapkan Tim Khusus

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini