nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Deretan Virus di Dunia yang Gemparkan Warga Indonesia

Alfina Nuraini, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 13:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 25 337 2158170 deretan-virus-di-dunia-yang-gemparkan-warga-indonesia-Smor2WH9Fo.jpg Illustrasi virus (foto: WebMD)

JAKARTA - Virus Korona yang saat ini tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Wabah mengerikan ini membuat banyak orang semakin waspada. Diketahui sudah ada 540 orang yang telah terinfeksi Virus Korona. Bahkan, peneliti Inggris mengindikasi ada lebih dari 4.000 orang terinfeksi.

Selain virus Korona, beberapa virus ini juga pernah menghebohkan Indonesia. Berikut Okezone mencoba merangkum berbagai macam virus yang pernah berpotensi mewabah di Indonesia:

1. Virus Korona

Penyakit yang menjangkit sistem paru-paru itu berasal dari Wuhan, China, sejak Desember 2019. Dikenal dengan nama 2019-nCoV virus ini biasanya ditularkan hewan ke manusia, juga bisa menyebar dari manusia ke manusia. Beberapa negara lain seperti Thailand, Taiwan, Vietnam, Jepang, Singapura, Macau, Hong Kong, Arab Saudi, Inggris, hingga Amerika Serikat telah terjangkit virus Korona.

Gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan SARS (Sindrom pernapasan akut). Genetiknya mirip SARS diantaranya mendominasi saluran pernapasan, demam, batuk, napas pendek, dan kesulitan bernapas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau warga Indonesia yang bepergian di China untuk waspada dan menjauhi pasar makanan laut. Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin untuk virus Korona.

2. Virus Zika

 

Zika masih tergolong dalam flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk aedes aegypti pada tahun 2016. Pada awalnya, virus ini teridentifikasi pada kawanan monyet di Uganda pada 1947, lalu mewabah di Brasil pada 2015 dan menyebar dengan cepat. Seseorang bisa menyebarkan virus Zika selama sepekan setelah terinfeksi. Virus Zika mengakibatkan ribuan bayi lahir dengan kondisi otak yang belum berkembang sepenuhnya.

Diketahui, gejala yang yang ditimbulkan dari virus ini diantaranya demam ringan, sakit kepala, mata merah dan iritasi, sakit pada persendian, dan ruam. Namun, sejauh ini belum ada vaksin atau pengobatan yang bisa menyembuhkan virus Zika, sehingga pasien yang terindikasi dianjurkan beristirahat dan minum banyak cairan.

Selain itu, badan kesehatan menganjurkan diantaranya menggunakan pengusir nyamuk, memakai baju lengan panjang, menutup pintu dan jendela, melakukan 3M, mengubur barang bekas yang menjadi wadah air, menguras bak mandi,dan menutup ember serta tempat penampungan air.

3. Virus Ebola

 

Penyakit ini menyebabkan pendarahan parah dari organ internal dan dapat menyebabkan kematian. Penyebaran virus ini bisa melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah. Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 didekat sungai Ebola. Diketahui, kasus ini tertinggi terjadi pada tahun 2014 hingga 2016 yang mencapai 28.652 orang yang terjangkit virus ini dan sejumlah 11.325 jiwa meninggal dunia.

Gejala awal yang ditimbulkan biasanya pada 2 hingga 21 hari ke depan setelah terjangkit Ebola diantaranya demam disertai sakit kepala dan menggigil, nyeri otot, kestabilan tubuh berkurang, ruam pada kulit, mata merah, nyeri lambung, diare berdarah, nyeri dada, muntah, dan keluar darah malalui hidung, mulut, telinga, bahkan mata.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang disetujui. Namun, vaksin Ebola juga sudah diuji pada hewan dan butuh banyak lagi tahapan uji coba untuk memastikan bisa mencegah virus Ebola pada manusia.

4. Virus Flu Burung (H5N1)

 

Virus ini pertama kali ditemukan di Italia pada 1878. Hingga pada Oktober 2003 virus H5N1 ini merebak di Indonesia, dan menyebabkan jutaan unggas mati. Virus ini dapat terindikasi dengan cepat dala jangka waktu sekira 3-5 hari di dalam tubuh manusia.

Selain itu, gejalanya berawal dari demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk hingga sesak. Jika tidak segera ditanggapi, penderita Virus H5N1ini akan mengalami komplikasi dan menyebabkan kematian. Pencegahan terhadap virus ini dapat dilakukan dengan cara menghindari diri dari unggas serta lingkungan yang kotor.

 

5. Virus Herpes

Herpes terbagi menjadi dua macam yakni Herpes Zoster dan Herpes Simpleks. Keduanya berasal dari virus yang berbeda. Herpes Zoster disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Bentuk dari Zoster berupa ruam memanjang pada bagian tubuh kanan atau kiri saja. Sedangkan, Herpes Simpleks disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Virus ini dapat menyerang bagian pinggang ke atas sampai sekitar mulut dan bagian pinggang bawah, terutama kelamin.

Biasanya penyakit ini ditandai dengan gejala seperti kulit melepuh, muncul borok, nyeri buang air kecil, luka, dan keputihan. Virus ini dapat ditularkan melalui sentuhan langsung dengan kulit orang yang terinfeksi. Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini diantaranya menghindari interaksi antara kulit manusia lainnya.

Penyakit ini dapat diobati dengan sejumlah perawatan untuk meringankan gejala seperti memberikan antivirus yang dilakukan oleh dokter untuk mencegah berkembangnya virus. Pasalnya hingga saat ini belum ada obat yang dapat menghilangkan virus tersebut.

6. Virus Mers

 

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) telah menewaskan setengah dari jumlah orang yang terinfeksi. Virus ini berasal dari hewan unta yang hidup di negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Yordania, dan Yaman. Diketahui, penderita yang terserang virus ini setelah bepergian ke negara Timur Tengah. Mers rentan menular melalui kontak langsung dengan penderitanya.

Gejala virus ini umumnya muncul 1-2 minggu setelah penderita terinfeksi virus diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, menggigil, nyeri otot, dan sesak nafas. Selain itu, Mers juga dapat menimbulkan gejala batuk berdarah, mual, dan muntah bahkan diare. Namun, sampai saat ini belum ada metode maupun vaksin untuk mengobati dan mencegah Mers.

 

7. Virus Marburg

 

Dinamai sesuai dengan nama kota tempat virus ini pertama kali ditemukan di Marburg, Jerman. Marburg disebabkan oleh golongan virus yang sama dengan virus Ebola yaitu filovirus (filoridae). Diketahui, virus ini masih serumpun dengan virus Ebola. Virus ini berasal dari hewan kelelawar yang menyebarkan virusnya melalui gigitan buah yang sudah dimakan atau kotorannya. Wabah ini berkembang di Uganda pada 2012, sejumlah 9 orang meninggal dunia.

Manusia yang terpapar virus ini dapat mengalami demam tinggi, dan disfungsi pembuluh darah yang mengakibatkan pendarahan luar biasa. Selain itu, virus ini juga dapat menyebabkan masalah pada syaraf pusat yang menyebabkan kebingugan, iritabilitas, dan agresi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini