nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Fakta Unik Tahun Baru Imlek yang Jarang Diketahui

Debrinata Rizky, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 25 337 2158138 5-fakta-unik-tahun-baru-imlek-yang-jarang-diketahui-nSrM0TaEbg.jpg Foto: Okezone.com

JAKARTA - Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa, dan berakhir dengan Cap Go Me pada tanggal ke-15.

Di Indonesia sendiri, beragam tradisi unik dalam merayakan Hari Raya Imlek mempunyai cerita yang beragam. Biasanya perayaan Tahun Baru China atau Imlek yang dirayakan oleh masyarakat Tionghoa identik dengan angpao imlek, lampion maupun hiasan-hiasan lain berwarna merah.

Tak hanya itu, masih banyak hal unik lainnya yang belum diketahui dalam perayaan Imlek. Berikut Okezone rangkum fakta unik dibalik perayaan Imlek:

1. 'Xin Nian Kuai Le' adalah Ucapan Tahun Baru dalam Bahasa Tiongkok

"Xin Nian Kuai Le" sebenarnya memiliki arti "Selamat Tahun Baru". Namun banyak orang yang mengucapkan "Gong Xi Fa Cai" daripada kalimat tersebut.

 Hari Imlek

Hal ini dikarenakan masyarakat Hong Kong dan daerah berbahasa Kanton lainnya mengatakan ungkapan "Gong Xi Fa Cai" untuk melambangkan keberuntungan di tahun yang baru. Padahal ungkapan "Gong Xi Fa Cai" memiliki arti “selamat atas keberuntungan.”

 

2. Mitos Monster Nian

Menurut salah satu legenda, ada monster bernama Nian. Monster tersebut selalu muncul pada malam tahun baru. Oleh karena itu, banyak orang akan bersembunyi di dalam rumah agar tidak menjadi santapan Nian.

Suatu ketika ada seorang anak kecil yang menggunakan pakaian serba merah dan asik bermain petasan yang mengeluarkan suara keras. Sejak saat itu orang percaya bahwa Nian sangat takut dengan kain berwarna merah dan letusan petasan.

 Imlek

Serta tradisi makan malam bersama keluarga, dekorasi berwarna merah, serta membakar petasan atau kembang api, selalu identik dengan perayaan Imlek.

3. Perayaan Imlek Dikenal sebagai Festival Musim Semi

Di Tiongkok, perayaan Imlek sering didengar sebagai Festival Musim Semi. Banyak masyarakat di sana menyambut musim semi sebagai awal memulai menanam bibit-bibit untuk dipanen nantinya. Sekaligus penanda berakhirnya musim dingin.

Menurut tradisi dalam masyarakat Tiongkok dulu, selama musim dingin cuaca menjadi ekstrem membuat petani tidak bisa bekerja di ladang. Maka semua keluarga berkumpul di rumah sambil menghangatkan tubuh di tungku perapian. Lalu dengan datangnya musim semi memberikan harapan dan semangat baru bagi petani kembali ke ladang.

4. Membakar uang palsu demi menghormati roh para leluhur

 

Tradisi kertas yang dibakar biasa diistilahkan dengan sebutan membakar uang. Tempat pembakaran di sebuah kaleng merah. Aktivitas membakar uang dilakukan setelah melakukan penghormatan kepada leluhur.

Biasanya, tradisi yang lama berlaku, kertas kuning emas dipegang si wanita sedangkan yang kertas putih dimiliki pria serta waktu membakar masing-masing beda.

 Imlek

Tujuan seremonial itu untuk mengirim doa kepada leluhur. Asap bekas bakaran kertas yang membumbung tinggi lari ke arah langit. Pesan doa-doa yang ada dalam kertas terbawa angin menuju ke sang Tuhan.

 

5. Tradisi Memberi Jeruk

 

Dalam bahasa Mandarin Jeruk disebut ‘chi zhe’, ‘chi’ artinya rezeki dan ‘zhe’ berarti buah. Jadi jika digabungkan, jeruk memiliki arti buah pembawa rezeki.

Konon disebut jeruk mandarin karena pada jaman dahulu buah ini hanya disediakan untuk para pejabat di Tiongkok kuno. Saat ini jeruk mandarin sangat mudah dijumpai di pasaran. Saat perayaan Imlek tiba, masyarakat Tionghoa akan membagikan makanan ke sanak keluarganya dengan maksud agar rezekinya terus bertambah. Salah satu makanan yang dibagikan adalah jeruk mandarin ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini