nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua KPU : Kita Terbuka pada KPK, Bongkar Saja!

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 21:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 24 337 2158005 ketua-kpu-kita-terbuka-pada-kpk-bongkar-saja-GoikyCSQNm.jpg Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone/Avirista Midaada)

KOTA BATU - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Arief Budiman mendukung langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar skandal suap terkait Pemilu dan Pilkada. 

Hal ini diungkapkan Arief Budiman saat meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) Nasional ketiga di Kompleks Jawa Timur Park 1, Kota Batu, Jumat (24/1/2020).

"KPU sangat kooperatif terbuka apabila dibutuhkan keterangan dari komisioner dan sekretariat kami akan datang. Apabila dibutuhkan data dan kami punya, kami akan kasih, kami sangat terbuka. Kita dukung langkah KPK, bongkar saja," kata Arief Budiman.

Baca Juga: Mencari Jejak Harun Masiku yang Ada di Indonesia Sebelum OTT KPK

Terkait penyidik KPK memintai keterangan dua Komisioner KPU Hasyim Asy'ari dan Evi Novida, Arief belum mendapatkan informasi apa saja yang disampaikan kepada KPK.

"Sampai dengan siang tadi belum bisa (berkomunikasi), karena biasanya semua alat komunikasi tidak boleh dibawa. Dua orang yang dimintai keterangan KPK hari ini," tuturnya.

KPK

Namun, pihak KPU memastikan bahwa pemanggilan Komisioner KPU RI tak akan mempengaruhi program-program, termasuk tahapan Pilkada Serentak 2020.

"Tidak berpengaruh apa-apa, sudah dilakukan tahapan Pilkada, kemarin sudah kami terima DP4 dari langsung dari Mendagri, artinya semua berjalan seperti biasa termasuk peresmian Rumah Pintar Pemilu. Tidak ada kendala, sudah kita susun programnya untuk 2020," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan terjerat kasus dugaan suap dalam penetapan proses Penggantian Antarwaktu (PAW) Harun Masiku.

Baca Juga: Jokowi "Sentil" Menkumham Yasonna Terkait Pernyataan soal Harun Masiku

Diduga Wahyu Setiawan menerima fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI pengganti Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Namun, Wahyu baru menerima uang Rp600 juta.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini