Kemenkumham Bentuk Tim Gabungan Buru Harun Masiku

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 24 Januari 2020 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 24 337 2157875 kemenkumham-bentuk-tim-gabungan-buru-harun-masiku-5GGXFBhHJz.jpg Harun Masiku. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) membentuk tim gabungan untuk memburu tersangka kasus suap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku. Tim gabungan itu terdiri dari Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Direktorat siber Kabareskrim, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan Ombudsman RI.

"Dengan ini, Inspektorat Jenderal akan membentuk tim gabungan yang bersifat independen," kata Inspektur Jenderal Kemenkumham, Jhoni Ginting saat menggelar konferensi pers di Kantor Imigrasi Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).

Harun Masiku yang sedang diburu KPK pergi ke Singapura menggunakan maskapai Garuda Indonesia pada 6 Januari 2020 dan telah kembali melalui Bandara Soetta, pada 7 Januari 2020 menggunakan Batik Air. Namun, pihak Kemenkumham baru mengumumkan kedatangan Harun Masiku pada 22 Januari 2020, atau 15 hari setelah kepulangannya.

Tim gabungan dibentuk guna menelusuri fakta terkait kepulangan Harun ke Indonesia. "Hasil kerja tim ini akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat," ucapnya.

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Harun pergi ke Singapura bertepatan dua hari sebelum KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wahyu Setiawan. KPK mengamankan Wahyu Setiawan bersama tujuh orang lainnya pada Rabu, 8 Januari 2020.

Imigrasi memastikan bahwa belum ada data perlintasan Harun kembali ke Indonesia dari Singapura pada 13 Januari 2020. Setelah beredar rekaman CCTV terkait keberadaan Harun Masiku di Bandara Soetta, tak lama Imigrasi membenarkan bahwa Harun sudah berada di Indonesia.

Harun Masiku merupakan Caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020.

Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya. Ketiganya yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini