Komnas HAM Temui Mahfud MD Bahas Tragedi Semanggi 1 dan 2

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 24 Januari 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 24 337 2157746 komnas-ham-temui-mahfud-md-bahas-tragedi-semanggi-1-dan-2-Mra3HHQD3e.jpg Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat. Mereka membahas penyelesaian kasus HAM berat.

"Sebetulnya memperkuat komunikasi, kan sudah beberapa kali bertemu untuk membahas bagaimana solusi penyelesaian pelanggaran HAM berat. Baik melalui jalur yudisial maupun non-yudisial," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di Kemenko Polhukam, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Jaksa Agung Janji Bakal Tuntaskan Peristiwa Semanggi 

Selain membahas kasus pelanggaran HAM berat, pihaknya juga mengklarifikasi beberapa hal yang sempat menuai kontroversi. Salah satunya mengenai pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebut tragedi Semanggi 1 dan 2 bukanlah pelanggaran HAM berat.

"Kita melakukan klarifikasi juga beberapa hal, misalnya ada pernyataan dari Jaksa Agung, sudah diklarifikasi bahwa sebetulnya kita semua sepakat untuk duduk bersama-sama tanpa mesti menciptakan kehebohan di ruang publik supaya jalan penyelesaian bak yudisial dan non-yudisial itu bisa didapatkan," ujarnya.

 Mahfud MD

Menurut Taufan, mengungkap kasus pelanggaran HAM berat tidak mudah, karena melibatkan banyak pihak, sehingga dibutuhkan komitmen baik dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Tapi memang tidak gampang ya, karena melibatkan banyak pihak juga dan membutuhkan satu keseriusan dan kejelian, semua lanjut kasusnya," tuturnya.

Baca Juga: Adian Kecewa Jaksa Agung Sebut Kasus Semanggi Bukan Pelanggaran HAM Berat 

Pada prinsipnya, sambung Taufan, Komnas HAM siap berkoordinasi dengan pihak manapun untuk menyelesaikan penuntasan pelanggaran HAM. "Kita siap koordinasi dengan siapa pun. Dengan Pak Jaksa Agung tidak ada pertentangan. Tapi kadang-kadang perbedaan pendapat itu biasa saja," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini