nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istri Mengaku Komunikasi Terakhir dengan Harun Masiku pada 7 Januari

iNews TV, MNC Media · Kamis 23 Januari 2020 19:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 337 2157374 istri-mengaku-kominukasi-terakhir-dengan-harun-masiku-pada-7-januari-qOXhCYAByW.jpg Istri Harun Masiku HL (Foto : iNews TV)

GOWA - Istri Harun Masiku berinisial HL, mantan Caleg PDI Perjuangan yang kini jadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyatakan suaminya sudah lama tidak bertandang ke rumahnya. Terakhir, Harun menyambangi Makassar dan menginap di salah satu hotel di sana pada 31 Desember 2019.

"Tapi dia tidak ke rumah. Dia cuma di kota, dia nginap di hotel, di Makassar sampai tanggal 5 Januari," ujar HL, dalam wawancara dengan iNews TV, Rabu 22 Januari 2020.

Istri Harun Masiku berinisial HL (Foto : iNews TV)

Pada 5 Januari 2020, kata HL, Harun kembali ke Jakarta. Lalu pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020.

"Tanggal 7 Januari itu dia balik dari Singapura ke Jakarta, tapi dia enggak pernah datang ke sini.

Dirinya pun mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya pada 7 Januari.

"Terakhir tanggal 7 Januari dia pernah kasih kabar dia sudah di Jakarta. Dia kabari saya tengah malam. Tanggal 8 Januari sampai sekarang dia sudah tidak ada kabar," tuturnya.

Sekedar mengingatkan OTT KPK pada Wahyu Setiawan terjadi pada 8 Januari 2020. Kasus tersebut bermula dari PDI Perjuangan mengajukan PAW calegnya di DPR RI yang sudah meninggal Nazarudin Kiemas kepada Harun Masiku. Partai Banteng Moncong Putih itu mengirim surat ke KPU, namun KPU menolak memproses karena Harun Masiku dianggap tak memenuhi syarat menggantikan Nazarudin.

Sebab, yang berhak jadi pengganti Nazarudin menurut aturan adalah Riezky Aprilia, caleg peraih suara terbanyak kedua.

Baca Juga : Harun Masiku Kembali ke Indonesia Sejak 7 Januari, Kenapa Bisa Lolos OTT KPK?

Diduga untuk memuluskan Harun Masiku jadi anggota DPR RI, drama suap menyuap pun dimainkan. Saeful yang menurut KPK selaku pihak swasta menghubungi Agustiani yang juga orang kepercayaan Wahyu, meminta untuk melobi agar PAW Harun Masiku disetujui oleh KPU.

Agustiani lalu mengirimkan dokumen diberikan Saeful kepada Wahyu untuk membantu proses PAW Harun Masiku. Wahyu menyanggupinya. “Siap mainkan,” kata dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini