nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Serahkan DP4 ke KPU, Jumlahnya 105 Juta Jiwa

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 17:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 23 337 2157312 kemendagri-serahkan-dp4-ke-kpu-jumlahnya-105-juta-jiwa-VQ6CasSQTq.jpg Tito Karnavian. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerahkan data penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Kamis (23/1/2020). DP4 yang diserahkan Kemendagri akan jadi acuan bagi KPU untuk menyusun daftar pemilih tetap (DPT).

Penyerahan DP4 itu dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Ketua KPU Arief Budiman. Hadir juga Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan, dan pimpinan Komisi II DPR RI Arif Wibowo, beserta peserta pemilu.

Tito mengatakan, salah satu tugas Kemendagri adalah mengidentifikasi pemilih potensial yang datanya akan digunakan KPU untuk menyusun daftar pemilih tetap. Pihaknya sudah menyerahkan data 105.396.460 jiwa, dengan jumlah laki-laki 52.778.939 jiwa dan perempuan 52.617.521 jiwa.

Sekitar 105 juta data pemilih potensial itu tersebar di 270 daerah yang bakal mengikuti Pilkada serentak 2020. DP4 ini juga didasarkan pada database elektronik yang dimiliki Kemendagri.

(Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Ini didasarkan pada database yang berbasis elektronik di Kemendagri. Data ini (juga) berasal dari bottom up dari daerah masing-masing yang direkonsiliasi dengan database yang ada pada Kemendagri," kata Tito di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan, penyerahan DP4 dari Kemendagri kepada pihaknya merupakan tahapan penting dalam proses penyelenggaraan pemilu. Nantinya, data yang sudah diserahkan ini akan disinkronisasi untuk kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS). Setelah itu, KPU akan kembali melakukan pemutakhiran data di lapangan hingga akhirnya ditetapkan menjadi DPT.

"KPU menyelesaikan tahapan yaitu penyerahan DP4 dari Kemendagri kepada KPU untuk kemudian dilakukan sinkronisasi dan setelah itu ditetapkan jadi DPS dan kita lakukan pemutakhiran di lapangan, sampai kemudian di bagian akhir ditetapkan menjadi DPT," ujar Arief.

Arief menjelaskan, DPT yang sudah disahkan akan menjadi dasar penentuan jumlah tempat pemungutan suara (TPS), dan penentuan jumlah logistik. Daftar nama yang sudah sah itu kemudian didistribusikan ke seluruh TPS.

"Data pemilih ini menjadi urusan penting KPU dalam proses penyelenggaraan," ucapnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini