Komisi III DPR Tetapkan 8 Nama Calon Hakim Agung dan Ad Hoc MA

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 23 Januari 2020 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 337 2157250 komisi-iii-dpr-tetapkan-8-nama-calon-hakim-agung-dan-ad-hoc-ma-5OafOJP1Xs.jpg Ilustrasi Gedung MA

JAKARTA - Komisi III DPR RI telah menetapkan delapan nama untuk calon Hakim Agung, Hakim Ad Hoc usai terlebih dahulu melakukan proses seleksi melalui fit and proper test.

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengatakan, pemilihan delapan nama untuk mengisi jabatan terlebih dahulu menggelar rapat pleno secara tertutup.

“Kami mengedepankan musyawarah mufakat supaya ada kesamaan, akhirnya kami memutuskan secara mufakatnya, kami memilih delapan calon,” kata Herman di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2010).

Ilustrasi Gedung DPR RI

Adapun kedelapan hakim itu adalah Soesilo calon Hakim Agung kamar Pidana; Dwi Sugiarto sebagai calon Hakim Agung kamar Perdata; Rahmi Mulyati calon Hakim Agung untuk kamar perdata; Busra sebagai Hakim Agung untuk kamar agama; Brigjen TNI Sugeng Sutrisno sebagai Hakim Agung untuk kamar militer;

Sementara Agus Yunianto dan Ansori sebagai Hakim Ad Hoc tipikor, serta Sugiyanto Hakim untuk kamar hubungan industrial.

Di sisi lain, ada dua calon hakim agung lainnya yakni Sartono dan Willy Farianto dinyatakan tak lolos seleksi oleh Komisi III DPR RI. Namun. Herman tidak menjelaskan mengapa Komisi III menolak kedua nama tersebut.

Baca Juga : Seperti Apa Hukuman Pembinaan 1 Tahun pada Pelajar Pembunuh Begal?

“Saya kira kami tidak perlu sampaikan alasan ditolak. Menerima dan menolak adalah hak anggota komisi III,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini mengakui jika kedelapan calon hakim ini masih belum memenuhi jumlah yang dibutuhkan oleh Mahkamah Agung (MA). MA sendiri meminta Hakim Agung sebanyak 11 orang.

Ia berharap, hakim agung yang terpilih ini dapat melakukan terobosan di MA. Apalagi mereka sudah memenuhi syarat dan standar sebagai Hakim Agung.

"Harapan kami, Hakim Agung yang dipilih bisa melakukan terobosan dalam mengatasi situasi di MA. Terobosan itu ya sistem dan mekanisme infrastruktur terkait penanganan perkara," tukas dia.

Nama-nama calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc itu akan dibawa ke rapat paripurna dan kemudian baru diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dilantik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini