nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Crazy Rich Tanjung Priok: Insya Allah Semua Terima Permintaan Maaf Yasonna Laoly

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 337 2157118 crazy-rich-tanjung-priok-insya-allah-semua-terima-permintaan-maaf-yasonna-laoly-hSPSYs7lut.jpeg Menkumham Yasonna H Laoly (Okezone.com/Arif)

JAKARTA - Anggota DPR RI asal Tanjung Priok, Ahmad Sahroni mengapresiasi Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly yang meminta maaf ke warga Tanjung Priok atas ucapannya yang dianggap menyinggung perasaan masyarakat pesisir Jakarta Utara itu.

“Saya apresiasi pak Yasonna atas permintaan maafnya dengan tulus,” kata Sahroni yang dikenal sebagai crazy rich Tanjung Priok kepada Okezone di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Baca juga: Demo Kemenkumham, Warga Tanjung Priok Tuntut Yasonna Minta Maaf

Yasonna meminta maaf secara terbuka usai ribuan warga dari Tanjung Priok menggelar demonstrasi di depan kantor Kementrian Hukum dan HAM, pada Rabu 22 Januari 2020.demo

Massa Tanjung Priok menuntut Yasonna agar meminta maaf terkait pernyataannya saat berpidato di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu, mencontohkan anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok terkenal keras.

"Saya menyampaikan permohonan maaf. Akan tetapi sekali lagi ingin saya sampaikan, saya tidak punya sedikitpun tidak punya maksud itu," kata Yasonna dalam konferensi pers tadi malam.

Baca juga: Menkumham Yasonna: Saya Mohon Maaf ke Warga Tanjung Priok

Sahroni meyakini masyarakat Tanjung Priok akan berlapang dada dan menerima permintaan maaf Yasonna. Karena tuntutan mereka pada demo kemarin hanya mendesak Yasonna meminta maaf atas ucapan yang dianggap menyinggung perasaan mereka.

“Insya Allah semua menerima dengan baik, karena tuntutan mereka hanya permintaan maaf dan sudah dilakukan oleh Pak Yasonna,” ujar Wakil Ketua Komisi III itu.

Sahroni mengatakan secara ilmiah memang ada benar dan tidaknya perakataan Yasonna itu. Hanya saja, menurut dia, seharusnya Yasonna tak boleh mendiskreditkan sebuah wilayah tertentu.

“Tapi namanya masyarakat yang tidak semua tau tentang ke ilmiahan maka masyarakat berpandangan secara umum. Benar tidaknya ilmiah tersebut semoga kita semua tidak lagi bicara tentang satu wilayah dimanapun tentang adanya kemiskinan maupun kriminalitas. Yang ada indonesia adalah NKRI,” tegas Sahroni.

Sebagaimana diketahui, Yasonna Laoly menuai protes warga Tanjung Priok usai mengeluarkan pernyataan soal kemiskinan yang jadi pemicu kejahatan. Saat itu dia berbicara di Lapas Narkotika Cipinang.

“Beri saya dua orang bayi: satu anak bayi yg lahir dari Ibu PSK dan ayahnya bandit dari slums areas misalnya dari daerah slums di Tanjung Priok dan Anak orang yang sangat berkecukupan dengan Ibu sangat terdidik dan ayah pengusaha misalnya dari Menteng,” kata dia.

“Kemudian kita tukar, bayi yang dari Tanjung Priok dipelihara oleh orang tua di Menteng, dan anak dari Menteng dipelihara di daerah kumuh oleh orang tua yang bermasalah tersebut, lihat 20 tahun lagi, siapa yang punya kecenderung (propensity) to commit crime? Saya yakin justru anak terlahir dari Menteng tersebut yang lebih cenderung terekspos pada perbuatan-perbuatan kriminal ketimbang anak yang terlahir dari ayah dan Ibu dari Tanjung Priok tersebut.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini