nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imigrasi Akui Delay Time soal Harun Masiku, Ini Kata KPK

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 06:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 337 2156918 imigrasi-akui-delay-time-soal-harun-masiku-ini-kata-kpk-QRpjLFRnGl.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), mengakui jika pihaknya terlambat memproses data kedatangan atau Delay Time terkait keberadaan tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setibanya dari luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan, tetap akan menunggu hasil pemeriksaan internal Ditjen Imigrasi terkait dengan Delay Time tersebut.

"Tentunya kami sangat menghargai itu ya, upaya dari Dirjen imigrasi yang menyatakan akan melakukan pendalaman. Kami nanti ikut dulu, seperti apa kendalanya kita ikuti dulu pendalamannya," kata Ali, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

 Baca juga: Harun Masiku Ada di Indonesia sejak 7 Januari, Ini Kata PDIP

Ditjen Imigrasi Kemenkumham sebelumnya mencatat bahwa Harun Masiku sudah berada di luar negeri sejak Senin, 6 Januari 2020. Tetapi, ternyata informasi terbaru yang mengejutkan bahwa Harun sudah ada di Indonesia sejak 7 Januari.

Mengenai hal tersebut, Ali menekankan pihaknya tidak mau berspekulasi lebih jauh terkait dengan perbedaan informasi yang dirilis oleh Ditjen Imigrasi itu.

"Kami ikuti dulu prosedur itu. Sejauh mana nanti, kemudian informasi dari imigrasi terkait dengan informasi awal tadi bahwa keberadaannya ada di luar negeri," ujar Ali.

 Baca juga: Komisioner KPU Hasyim Asyari Mengaku Dipanggil KPK Lusa

Harun Masiku merupakan caleg asal PDIP yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan proses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR oleh KPK. Ia lolos dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020. Harun ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiganya yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) serta pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu Setiawan dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini