nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Omnibus Law Penghapusan Sertifikat Halal, PPP : Islam Tak Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 06:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 337 2156917 tolak-omnibus-law-penghapusan-sertifikat-halal-ppp-islam-tak-hambat-pertumbuhan-ekonomi-8wqnZTRsBI.jpg Wasekjen PPP, Achmad Baidowi (foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di DPR RI menolak draft Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja. Dalam hal ini tentang penghapusan sertifikat produk halal dan Perda Syariah.

Wasekjen PPP Achmad Baidowi mengungkapkan Indonesia bukan negara agama tapi negara berdasarkan Pancasila. Sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Menurutnya, hal itu diartikan rakyat Indonesia beragama.

"Yang perlu ditekankan, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sudah sepatutnya jika dalam amaliahnya mengikuti ajaran agama, di antaranya terkait dengan penggunaan produk halal," papar pria yang kerap disapa Awiek kepada Okezone, Jakarta, Kamis (23/1/2020).

 Baca juga: Penyusunan Omnibus Law Berpotensi Tuai Polemik di Perda Syariah

Berdasar draf Pasal 552 RUU Cipta Lapangan Kerja yang beredar, sejumlah pasal di UU Jaminan Halal akan dihapus yaitu Pasal 4, Pasal 29, Pasal 42, Pasal 44. Pasal 4 UU Jaminan Halal mewajibkan semua produk yang beredar di Indonesia wajib bersertifikat halal.

 Baca juga: PAN: Waspada Penumpang Gelap di RUU Omnibus Law

Menurut Awiek, PPP sepakat sepakat dengan ide pemerintah untuk mempercepat investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, jangan sampai mengabaikan fakta-fakta yang menjadi kewajiban bagi umat Islam.

"Bahwa sebenarnya Islam itu tidak menghambat pertumbuhan ekonomi," ujar Awiem.

Maka dari itu, menurut Awiek, perlu pengaturan yang berkesesuaian antara percepatan ekonomi dengan norma-norma yang menjadi keyakinan makhluk beragama.

"Begitupun dengan ketentuan Perda juga harus dibaca dalam kerangka semangat otonomi daerah yang sesuai karakteristik dan kearifan lokal. Sebaiknya harus cermat betul dalam persoalan ini," tutup Awiek. (WAL)

(ABD)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini