nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkumham Yasonna: Saya Mohon Maaf ke Warga Tanjung Priok

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 19:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 22 337 2156798 menkumham-yasonna-saya-mohon-maaf-ke-warga-tanjung-priok-Ih9nWCPcAf.jpg Menkumham Yasonna H Laoly (Okezone.com/Arie DS)

JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonganan Laoly meminta maaf kepada warga Tanjung Priok atas pernyataannya yang dianggap menyinggung perasaan masyarakat pesisir Jakarta Utara tersebut. Permintaan maaf itu setelah adanya desakan dari massa.

"Saya menyampaikan permohonan maaf. Akan tetapi sekali lagi ingin saya sampaikan, saya tidak punya sedikitpun tidak punya maksud itu," kata Yasonna dalam konferensi pers di Kemenkumham, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Baca juga: Demo Kemenkumham, Warga Tanjung Priok Tuntut Yasonna Minta Maaf

Siang tadi, ribuan warga berdemonstrasi di depan Gedung Kemenkumham. Dalam demo 'Aksi Damai 221 Priok Bersatu', massa menuntut Yasonna Laoly meminta maaf terkait pernyataannya saat berpidato di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

 Ilustrasi

Yasonna berterima kasih kepada warga Tanjung Priok karena telah mengingatkannya. Namun, Yasonna menjelaskan dirinya tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan warga Tanjung Priok.

"Saya berharap setelah konpers ini kita dapat kembali menyatukan hati dan diri kita sebagai sesama anak bangsa. Mudah-mudahan, saya akan mencari waktu yang pas untuk bersilaturahim dengan saudara-saudaraku di Tanjung Priok," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Yasonna Laoly menuai protes warga Tanjung Priok usai mengeluarkan pernyataan soal kemiskinan yang jadi pemicu kejahatan. Saat itu dia berbicara di Lapas Narkotika Cipinang.

 Yasonna Laoly

Yasonna H Laoly (Okezone.com/Arif)

“Beri saya dua orang bayi: satu anak bayi yg lahir dari Ibu PSK dan ayahnya bandit dari slums areas misalnya dari daerah slums di Tanjung Priok dan Anak orang yang sangat berkecukupan dengan Ibu sangat terdidik dan ayah pengusaha misalnya dari Menteng,” kata dia.

“Kemudian kita tukar, bayi yang dari Tanjung Priok dipelihara oleh orang tua di Menteng, dan anak dari Menteng dipelihara di daerah kumuh oleh orang tua yang bermasalah tersebut, lihat 20 tahun lagi, siapa yang punya kecenderung (propensity) to commit crime? Saya yakin justru anak terlahir dari Menteng tersebut yang lebih cenderung terekspos pada perbuatan-perbuatan kriminal ketimbang anak yang terlahir dari ayah dan Ibu dari Tanjung Priok tersebut.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini