Share

Eks Dirut PTPN III Didakwa Terima Suap Rp3,55 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 22 Januari 2020 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 337 2156792 eks-dirut-ptpn-iii-didakwa-terima-suap-rp3-55-miliar-f9wuyA4wSF.jpg Mantan Direktur PTPN III (Persero) Dolly Pargalutan Pulungan (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), Dolly Parlagutan Pulungan menerima suap dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi. Dolly didakwa menerima suap 345 ribu dolar Singapura atau sekira Rp3,55 miliar.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan menerima hadiah, yaitu terdakwa menerima uang tunai sebesar SGD345 ribu atau sekitar Rp3.550.935.000," kata Jaksa KPK Zainal Abidin saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Baca Juga: KPK Serahkan Dua Berkas Perkara Kasus Suap Distribusi Gula PTPN III 

Ilustrasi

Jaksa menyatakan, Dolly menerima suap dari Pieko melalui Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana. Uang suap tersebut diberikan karena Dolly dan Kadek telah menyetujui Long Term Contract (LTC) atau kontrak jangka panjang kepada Pieko, dan advisor (penasihat) PT Citra Gemini Mulia, atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia.

"Yang distribusi pemasarannya dikoordinir PTPN III (Persero) Holding Perkebunan," ujar jaksa.

Dolly didakwa bersama-sama dengan I Kadek Kertha Laksana. Keduanya didakwa sama-sama menerima suap dari Pieko. Dalam perkaranya, Kadek disebut sebagai perantara suap dari Pieko untuk Dolly.

Atas perbuatannya, Dolly dan I Kadek didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Usai mendengarkan dakwaan Jaksa KPK, Solly dan Kadek menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan tersebut.

Baca Juga: Dalami Kasus Suap Distribusi Gula, KPK Panggil Bos PTPN Holding

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini