nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurnalis Amerika Serikat Ditangkap dan Ditahan di Palangkaraya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 18:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 22 337 2156770 jurnalis-amerika-serikat-ditangkap-dan-ditahan-di-palangkaraya-mtAC08n08e.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA – Jurnalis asal Amerika Serikat Philip Jacobson (30) ditangkap dan ditahan pihak imigrasi karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Jacobson dituduh menggunakan visa kunjungan ke Indonesia untuk kegiatan jurnalistik.

"Yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal dengan menggunakan visa kunjungan untuk kegiatan jurnalis," kata Kepala Bagian Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arvin Gumilang kepada wartawan di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Jacobson yang bekerja untuk situs berita lingkungan Mongabay jadi tahanan kota sejak 17 Desember 2019, setelah menghadiri sidang dengar pendapat di DPRD Kalteng dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), kelompok advokasi hak-hak adat terbesar di Indonesia.Ilustrasi

Editor yang pernah meraih penghargaan international itu melakukan perjalanan ke Palangkaraya, tak lama setelah memasuki Indonesia dengan visa bisnis untuk serangkaian pertemuan. Pada hari dia akan terbang dari Palangkaraya, pejabat imigrasi menyita paspornya, interogasi selama empat jam dan memerintahkan untuk tetap berada di Palangkaraya sambil menunggu penyelidikan.

“Pada 21 Januari 2020, lebih dari sebulan kemudian, Jacobson secara resmi ditangkap dan ditahan. Dia diberitahu bahwa dia menghadapi tuduhan pelanggaran Undang-undang Imigrasi tahun 2011 dengan ancaman hukuman penjara hingga lima tahun. Dia sekarang ditahan di Rutan Palangkaraya,” demikian seperti dikutip Okezone dari siaran pers resmi Mongabay.

Arvin Gumilang menerangkan, Imigrasi mulanya mendapatkan informasi bahwa Jacobson melakukan kegiatan jurnalistik seperti wawancara selama di Tanah Air.

“Kegiatan yang dilakukan yang seharusnya tidak dilakukan dengan visa kunjungan,” ujar dia.

Arvin mengatakan Imigrasi belum memutuskan apakah akan mendeportasi Jacobson atau melanjutkan kasusnya ke penyidikan.

"Jadi sampai saat ini kami masih memantau perkembangan lebih lanjut apakah tahapannya dilakukan deportasi, atau penyidikan terus. Dan akan disampaikan kepada rekan-rekan media," tandasnya.

Sementara pendiri dan CEO Mongabay Rhett A. Butler mengatakan, “kami mendukung Philip dalam kasus yang sedang berlangsung ini dan melakukan segala upaya untuk mematuhi otoritas imigrasi Indonesia”

“Saya terkejut bahwa petugas imigrasi mengambil tindakan langkah hukum terhadap Philip atas masalah administrasi,” ujarnya.

Penangkapan Jacobson dilakukan tak lama setelah Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan laporan yang mendokumentasikan adanya peningkatan kekerasan terhadap aktivis HAM dan aktivis lingkungan di Indonesia, dan di tengah meningkatnya tekanan terhadap suara-suara kritis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini