KPK Panggil Pejabat KPU Terkait Suap Wahyu Setiawan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 22 Januari 2020 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 337 2156456 kpk-panggil-pejabat-kpu-terkait-suap-wahyu-setiawan-EEDKLXJDpN.JPG Plt Juru Bicara KPK, ALi Fikri (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Kasubbag Persidangan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Riyani, hari ini. Ia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Riyani akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI pengganti antarwaktu (PAW) yang menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Ia akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Saeful Bahri (SAE).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SAE," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (22/1/2020).

Belum diketahui apa saja yang akan digali tim penyidik terhadap Riyani hari ini. Diduga, KPK sedang mendalami proses pergantian antar waktu anggota DPR Nazarudin Kiemas yang telah meninggal.

Eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses pergantian antarwaktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya atau senilai Rp200 juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini