nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Praperadilan Nurhadi Ditolak, KPK "Tancap Gas" Lanjutkan Penyidikan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 22:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 337 2156321 praperadilan-nurhadi-ditolak-kpk-tancap-gas-lanjutkan-penyidikan-LS0JQ3kDBC.jpg Mantan Sekretaris MA Nurhadi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang menolak gugatan praperadilan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. KPK bakal langsung tancap gas melanjutkan proses penyidikan dengan memanggil sejumlah pihak yang terkait dalam kasus Nurhadi.

"KPK mengapresiasi putusan Hakim tunggal Akhmad di PN Selatan yang menyatakan penetapan status tersangka kepada Nurhadi sah secara hukum. Atas putusan tersebut, Penyidik KPK segera menyiapkan materi pemeriksaan guna memanggil pihak-pihak terkait," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020).

Ilustrasi

Untuk diketahui, Hakim tunggal praperadilan PN Jaksel menolak permohonan gugatan praperadilan tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA pada 2011 hingga 2016. Ketiga tersangka yang mengajukan gugatan yakni, Riezky Herbiyanto, Nurhadi, dan Hiendra Soenjoto.

"Mengadili, menolak permohonan praperadilan seluruhnya untuk pemohon satu Riezky Herbiyanto, pemohon dua Nurhadi, dan pemohon tiga Hiendra Soenjoto," kata hakim tunggal Akhmad Jaini, saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketiganya mengajukan gugatan praperadilan ke PN Jaksel lantaran menganggap penetapan tersangka yang dilakukan KPK tidak sesuai dengan prosedur. Namun, Hakim Akhmad berpendapat lain. Dalam pertimbangannya, Hakim menilai, bahwa KPK telah sesuai prosedur dalam menetapkan tersangka ketiganya.

Baca Juga : KPK Selisik Aliran Suap dari Eks Caleg PDIP Saeful Bahri untuk Wahyu Setiawan

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Mereka adalah mantan Sekretaris MA, Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiono; dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan menantunya Rezky diduga menerima suap dan gratifikasi dengan total Rp46 miliar terkait pengurusan perkara di MA tahun 2011-2016. Terkait kasus suap, Nurhadi dan menantunya diduga menerima uang dari dua pengurusan perkara perdata di MA.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini