nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD Sebut Ada 660 WNI Teridentifikasi Teroris Pelintas Batas

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 20:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 337 2156269 mahfud-md-sebut-ada-660-wni-teridentifikasi-teroris-pelintas-batas-4dDOmIH5cA.jpg Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, setidaknya ada 660 warga Indonesia yang teridentifikasi Foreign Terrorist Fighters (FTF), yang tersebar dibeberapa negara.

"Jadi begini ada sekitar 660 FTF ya, terduga teroris pelintas batas yang ada di berbagai negara. WNI jumlahnya kira-kira 660 begitu ya," kata Mahfud kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020).

 Baca juga: Polri Waspada 187 WNI Teridentifikasi Sebagai Jaringan Teroris Internasional

Ratusan WNI yang teridentifikasi terorisme lintas batas, kata dia, meminta kembali ke tanah air bahkan beberapa negara meminta untuk menjemputnya.

"Ini kan sekarang persoalannya mereka ini ada yang minta pulang, ada yang menyuruh dipulangkan, berbagai negara macam-macam nih, ada yang mau memulangkan, hanya anak-anak yatim, ada yang mau memulangkan perempuan dan anak-anak tapi FTF-nya, fighternya itu tidak dipulangkan, tetapi negara yang menjadi tempat juga mempersoalkan gimana ada orang apa teroris pelintas batas di sini," ungkapnya.

 Baca juga: Mahfud MD Sebut Tatapan Mata Anak WNI Teroris di Suriah seperti Mau Membunuh

Dari sejumlah persoalan tersebut, pihaknya melakukan pembahasan bersama sejumlah pihak untuk menjawab persoalan 660 FTF yang ada diberbagai negara.

"Itu tadi diskusikan, apakah itu mau dipulangkan apa tidak? kalau dipulangkan, dipulangkan semua atau tidak," ucapnya.

Menurutnya, untuk memulangkan ratusan WNI yang teridentifikasi Foreign Terrorist Fighters (FTF) di berbagai negara tidak semudah membalikan tangan, pasalnya setiap masyarakat tidak diperbolehkan tidak memiliki status kewarganegaraan.

"Memang tidak mudah karena berdasar prinsip konstitusi setiap warga negara tuh punya hak untuk mendapat kewarganegaraan dan tidak boleh berstatus stateless. tidak boleh tuh di dalam konstitusi. tetapi problemnya kalau mereka dipulangkan karena hak itu, itu juga bisa menjadi ada yang khawatir bisa menjadi virus," ucapnya.

Menurut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Ratusan WNI yang teridentifikasi FTF berada di negara Suriah, Afganistan dan Turki.

"Saya tidak ngitung paling banyaknya, tapi kita tadi melihatnya ada di Afganistan, di Suriah di Turki, di Suriah paling banyak ya," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini