nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta-Fakta Tenggelamnya Kapal Pengangkut Wartawan Istana di Labuan Bajo

Debrinata Rizky, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 23:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 21 337 2156263 fakta-fakta-tenggelamnya-kapal-pengangkut-wartawan-istana-di-labuan-bajo-iqsoW40BPO.jpg Kapal yang ditumpangi wartawan terbalik di Labuan Bajo (foto: Istimewa)

JAKARTA - Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) Plataran Phinisi Bali yang dinaiki sejumlah wartawan Istana Keresidenan, tenggelam di perairan dekat Pulau Bidadari, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (21/1/2020).

Kapal Phinisi tersebut bukan yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo selama berada di Labuan Bajo. Namun kapal tersebut digunakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

Berikut Okezone merangkum fakta terkait tengelamnya Kapal Phinisi di Labuan Bajo.

1. Diduga karena Gelombang Tinggi

Kapal yang mengangkut rombongan wartawan kepresidenan terbalik setelah dihantam ombak besar, saat perjalanan kembali menuju ke darat. Para rombongan wartawan serta staf biro pers Istana memilih menaiki kapal, lantaran masih memiliki waktu sebelum kembali ke Jakarta.

 Kapal tenggelam

Saat kapal hendak menuju ke dermaga dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, tiba-tiba terjadi perubahan cuaca yang mendadak dan berakibat ombak tinggi sehingga kapal terbalik.

2. Seluruh Penumpang Selamat

Beruntung seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) dilaporkan selamat dalam kejadian ini. Menurut informasi kapal tersebut ditumpangi oleh delapan orang wartawan yang tengah meliput di Istana Kepresidenan.

“Seluruh penumpang dan ABK selamat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Agus Wibowo.

3. Meliput Profil Pulau Bidadari

Saat kejadian, para wartawan sedang mengambil profil pulau Bidadari. Tak lama tiba-tiba cuaca buruk, angin kencang dan gelombang tinggi datang membuat kapal terbalik dan tenggelam.

"Saat melakukan pengambilan gambar itulah kejadian terjadi. Kapal yang ditumpangi dihempas gelombang dan akhirnya tenggelam," kata seorang staf bagian umum Hotel Plataran , Aching.

4. Peristiwa Terjadi di Luar Agenda Kepresidenan

 

Musibah yang dialami para wartawan Istana yang tengah meliput kegiatan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada kunjungan kerja ke Labuan Bajo sejak Minggu, 19 Januari 2020 hingga Selasa (21/1/2020).

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan. Karena setalah acara terakhir di Labuan Bajo pada Selasa pagi, 21 Januari 2020, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung ke Bandara Komodo untuk kembali ke Jakarta.

 

5. Pengawasan Kurang Ketat

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera mengetatkan pengawasan keamanan pelayaran di Labuan Bajo, Terutama Kapal yang mengangkut wisatawan di lokasi wisata premium.

Dia mengaku, sejauh ini pola pengawasan yang dilakukan instansi teknis terkait keamanan pelayaran belum maksimal dilakukan. Bahkan banyak kapal baik phinisi maupun speedboat serta sejumlah kapal lainnya masih minim pengamanan.

"Sejauh ini terkait pengamanan dan keamanan pelayaran masih belum diawasi secara ketat. Ke depan akan mulai ketat pengawasannya," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawa kepada Okezone, Selasa (21/1/2020)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini