WNI Kembali Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Pemerintah Diminta Lobi Negara Tetangga

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 21 Januari 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 337 2156171 wni-kembali-disandera-kelompok-abu-sayyaf-pemerintah-diminta-lobi-negara-tetangga-0CQMakcmov.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kelompok Abu Sayyaf kembali berulah dengan menculik lima orang nelayan Indonesia di perairan paling timur Sabah, di lepas Pantai Lahad, Datu, Filipina. Menanggapi ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis mendorong pemerintah serius agar kejadian serupa tak kembali berulang.

“Jadi ada kesan penculikan ini selalu berulang, saya berharap pemerintah Indonesia bisa menyelesaikan,” kata Abdul Kharis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Abdul meminta Pemerintah mencari terobosan agar tak ada lagi WNI yang jadi korban penyanderaan berujung pemerasan itu. Cara yang disarankannya adalah lobi terhadap negara tetangga.

“Dalam hal ini Menteri Luar Negeri bekerja sama dengan negara-negara di sekitar, ya Malaysia, Singapura dan Filipina untuk antisipasi masalah ini agar tak terulang kembali,” katanya.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

“Enggak mungkin mengawal semua kapal, tapi memungkinkan lobi-lobi terhadap negara sekitar kita ini agar ada pengamanan yang memadai, kita enggak mungkin mengamankan di wilayah Filipina kan, maka harus meminta Filipina,” ucapnya.

Baca juga: 5 Nelayan Indonesia Diculik Abu Sayyaf, 1 Pelaku Tewas Ditembak

Sebagai informasi, pada Kamis 16 Januari malam, enam gerilyawan komplotan Abu Sayyaf menculik lima nelayan Indonesia dari kapal pukat mereka di lepas pantai Lahad Datu, sekitar 10 menit dari Kepulauan Tawi-Tawi di Filipina.

Mereka yang diculik adalah kapten kapal pukat Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Semuanya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan berbasis di Sandakan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini