Alasan Lembaga Adat Beri Gelar ke Bupati Bengkalis yang Jadi Tersangka KPK

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 21 Januari 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 337 2155912 alasan-lembaga-adat-beri-gelar-ke-bupati-bengkalis-yang-jadi-tersangka-kpk-VKhv9X1XDQ.jpg Bupati Bengkalis, Amril Mukinin saat di Gedung KPK. (Foto: Sindonews)

PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu (LAM) resmi memberikan gelar adat kepada Bupati Bengkalis, Amril Mukminin. Pemberian gelar itu kontroversial karena Amril merupakan tersangka kasus suap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM Kabupaten Bengkalis, Datok Sri H Sofiyan Said mengaku, pihaknya menyadari pemberian gelar tersebut telah menuai kritikan dari masyarakat. Namun dia menjelaskan, pemberian gelar tidak ada kaitannya dengan masalah hukum yang menjerat Amril.

"Saat ini kan timbul persepsi yang bermacam-macam. Pemberian gelar adat ini tidak ada kaitannya dengan masalah hukum. Kenapa bupati tidak ditangkap, bukan urusan kita. Ranah kita kan ranah adat, jadi kita tidak tahu menau soal masalah hukum," ucap Datok Sri H Sofiyan Said kepada Okezone, Selasa (21/1/2020).

LAM Bengkalis menabalkan Amril dengan gelar Datuk Setia Amanah Sri Kunjungan. Menurutnya, pemberian gelar ini berdasarkan hasil putusan musyarawah bersama majelis kerapatan adat LAM Bengkalis. Sofiyan menyebut gelar tersebut merupakan hak Amril selaku kepala daerah, terlebih terselip harap agar Amril bisa jadi pemimpin yang amanah.

Foto: Humas Kabupaten Bengkalis.

"Arti gelar yang kita berikan dia adalah junjungan negeri. Itu hak dia untuk mendapatkannya. Ini sudah sesuai dengan AD/RT kita," imbuhnya.

Atas dasar itulah pihaknya tak mau ambil pusing terkait pro dan kontra di tengah masyarakat. "Ada persepsi yang macam-macam, biar sajalah. Toh kegiatan kemarin ramai, seribuan warga yang datang," ujarnya.

Acara pengukuhan gelar adat kepada Amril dilaksanakan kemarin, 20 Januari 2020 atau saat KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Pemkab Bengkalis. Prosesi pengukuhan atau penabalan gelar diadakan di Gedung Balai Kerapatan Sri Mahkota, Bengkalis.

Baca juga: KPK Tetapkan 10 Tersangka dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

Amril merupakan tersangka kasus dugaan korupsi terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis. Amril diduga sebagai pihak penerima suap Rp2,5 miliar sebelum menjabat sebagai bupati.

Amril kembali menerima uang dari pihak PT CGA sebesar Rp3,1 miliar dalam bentuk Dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan pihak PT CGA ke Amril dalam rentang waktu Juni dan Juli 2017.

Terbaru, KPK juga menetapkan 10 tersangka lainnya terkait korupsi jalan di Bengkalis. Mereka adalah, M Nasir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tirtha Adhi Kazmi selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Serta delapan orang kontraktor bernama Handoko Setiono, Melia Boentaran, I Ketut Surbawa, Petrus Edy Susanto, Didiet Hadianto, Firjan Taufa, Victor Sitorus dan Suryadi Halim alias Tando.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini