nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua MPR Ajak Pemerintah AS Jaga Kondusivitas Keamanan Dunia

Senin 20 Januari 2020 19:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 20 337 2155689 ketua-mpr-ajak-pemerintah-as-jaga-kondusifitas-keamanan-dunia-XlUnknJaRx.jpg Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (foto: istimewa)

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi, kesepakatan (MoU) antara Amerika Serikat dengan China yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, di Amerika, pada Rabu 15 Januari 2020 waktu setempat. MoU tersebut sangat membantu meredakan ketegangan perang dagang Amerika - China yang juga berdampak pada berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

"Akibat semakin tegangnya Amerika - China selama lebih kurang dua tahun ini, menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi global lebih dari 0,5 persen. Karena itu, kesepakatan tersebut membawa angin segar bagi berbagai negara. Semakin kondusifnya perekonomian global, juga akan membawa keuntungan bagi Indonesia," tandas Bamsoet.

Seiring mulai meredanya ketegangan perang dagang Amerika - China, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengundang Amerika Serikat untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Khususnya melalui US International Development Finance Corporation (DFC), yang memiliki dana pembangunan untuk kerjasama ekonomi dengan berbagai negara berkembang mencapai USD 60 miliar (sekitar Rp828 triliun).

"Sepanjang 2013-2017, nilai investasi Amerika di Indonesia mencapai USD 36 milliar. Melalui DFC serta berbagai instrumen kerjasama investasi lainnya, kita harapkan nilainya bisa ditingkatkan lagi mencapai USD 60 milyar. Tren perdagangan Indonesia dengan Amerika sepanjang Januari - September 2019 ini juga bergerak positif, dengan surplus di Indonesia mencapai USD 6,88 miliar. Nilai ini tak boleh turun di kemudian hari, bahkan harus lebih meningkat lagi," pungkas Bamsoet.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri Deputy Political Counselor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Steven Weston, dan Political Specialist Kedutaan Besar Amerika Serikat, Arfa Mahardika.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini