nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua MPR Ajak Pemerintah AS Jaga Kondusivitas Keamanan Dunia

Senin 20 Januari 2020 19:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 337 2155689 ketua-mpr-ajak-pemerintah-as-jaga-kondusifitas-keamanan-dunia-XlUnknJaRx.jpg Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (foto: istimewa)

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), meminta kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) agar menjaga situasi kondusif keamanan di berbagai belahan dunia. Salah satunya di Semenanjung Korea.

Hal tersebut dikatakan Bamsoet usai menerima Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr, di Ruang Kerja Ketua MPR RI.

Kata Bamsoet, ketegangan tidak hanya terjadi di Asia Timur, namun beberapa waktu lalu terjadi di Asia Tenggara terkait sikap China yang tak menghormati keputusan UNCLOS 1982, di Laut Natuna.

"Hal itu juga perlu mendapat perhatian serius dari Amerika yang memiliki hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB. Sikap Amerika Serikat yang menghormati kedaulatan Indonesia seharusnya juga dicontoh China," kata Bamsoet dalam keterangannya, Senin (20/1/2020).

Kata dia, ketidakpatuhan China terhadap hukum UNCLOS 1982 yang membuat ketegangan antara China dengan Indonesia di Laut Natuna, maupun China dengan Malaysia, Filipina, dan juga Vietnam, di masing-masing perairan.

"Hal itu tidak boleh dibiarkan karena bisa membuat preseden buruk di kemudian hari," sambungnya.

Mantan Ketua DPR RI 2014-2019 ini menekankan, walaupun antara Indonesia dengan Amerika Serikat memiliki perbedaan pandangan terkait berbagai situasi geopolitik Internasional, seperti situasi di Iran dan Palestina, namun perbedaan tersebut jangan sampai mengganggu hubungan baik kedua negara yang telah terjalin erat sejak tahun 1949.

"Karena itu, terkait kondisi di Iran yang akhir-akhir ini sedang menegang, kita harapkan baik Iran dan Amerika bisa saling menahan diri. Demi menjaga situasi Timur Tengah tetap kondusif, dan menghindari kemungkinan terjadinya perang terbuka," jelasnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi, kesepakatan (MoU) antara Amerika Serikat dengan China yang ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wakil Perdana Menteri China, Liu He, di Amerika, pada Rabu 15 Januari 2020 waktu setempat. MoU tersebut sangat membantu meredakan ketegangan perang dagang Amerika - China yang juga berdampak pada berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

"Akibat semakin tegangnya Amerika - China selama lebih kurang dua tahun ini, menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi global lebih dari 0,5 persen. Karena itu, kesepakatan tersebut membawa angin segar bagi berbagai negara. Semakin kondusifnya perekonomian global, juga akan membawa keuntungan bagi Indonesia," tandas Bamsoet.

Seiring mulai meredanya ketegangan perang dagang Amerika - China, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengundang Amerika Serikat untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia. Khususnya melalui US International Development Finance Corporation (DFC), yang memiliki dana pembangunan untuk kerjasama ekonomi dengan berbagai negara berkembang mencapai USD 60 miliar (sekitar Rp828 triliun).

"Sepanjang 2013-2017, nilai investasi Amerika di Indonesia mencapai USD 36 milliar. Melalui DFC serta berbagai instrumen kerjasama investasi lainnya, kita harapkan nilainya bisa ditingkatkan lagi mencapai USD 60 milyar. Tren perdagangan Indonesia dengan Amerika sepanjang Januari - September 2019 ini juga bergerak positif, dengan surplus di Indonesia mencapai USD 6,88 miliar. Nilai ini tak boleh turun di kemudian hari, bahkan harus lebih meningkat lagi," pungkas Bamsoet.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri Deputy Political Counselor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Steven Weston, dan Political Specialist Kedutaan Besar Amerika Serikat, Arfa Mahardika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini