nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

9 Jalur Maut di Indonesia, Sering Makan Korban hingga Muncul Mitos "Wewe Gombel"

Debrinata Rizky, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 14:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 337 2155500 9-jalur-maut-di-indonesia-sering-makan-korban-hingga-muncul-mitos-wewe-gombel-axJ8FZfeEL.jpg Tanjakan Gombel (Ist)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu kecelakaan maut menimpa bus pariwisata PO Purnamasari yang terguling di turunan Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Sabtu, 18 Januari 2020.

Diketahui bus tersebut membawa 58 orang penumpang berasal dari Depok. Setelah berwisata ke Tangkuban Perahu, bus mengalami rem blong dan terguling. Akibatnya, 8 orang meninggal dan 30 orang luka-luka dalam kejadian ini.

Selain kecelakaan di Subang, beberapa jalan di berbagai daerah juga terkenal akan jalur maut karena sering terjadi kecelakaan yang merenggut banyak korban jiwa. Berikut Okezone rangkum jalan-jalan maut yang ada di Indonesia.

1. Tol Cipularang

Tol Cipularang

Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (disingkat Jalan Tol Cipularang) adalah jalan tol yang menghubungkan kabupaten Purwakarta dan Bandung. Semenjak diresmikan tahun 2005, kecelakaan fatal kerap terjadi.

Desember 2006 saat itu kecelakaan menewaskan Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Kominfo, Mayor JenderanTNI M Idris Gassing di KM 101, daerah Cisomang, perbatasan Purwakarta dan Kota Cimahi.

Pada 2011 kecelakaan melibatkan penyanyi dangdut Saiful Jamil. Dalam insiden ini, istri dari Saiful Jamil, Virginia tewas seketika dalam kecelakaan.

Diketahui sepanjang kilometer 90 sampai dengan kilometer 100 disebut sebagai titik rawan kecelakaan. Karena arus arah Jakarta mengalami tanjakan panjang dan arus sebaliknya mengalami turunan yang panjang. Sehingga dibutuhkan fokus yang lebih jika berkendara di tol tersebut.

2. Jalur Alas Roban (Jawa Tengah)

Salah satu jalur maut lainnya berada di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Jalur tersebut menghubungkan Kota Batang dan Semarang jalur ini juga merupakan bagian dari jalur Pantura. Jalanan yang menanjak berkelok dan kepadatan kendaraan saat arus mudik kerap kali menyebabkan kecelakaan di daerah tersebut.

Kawasan Alas Roban konon merupakan salah satu jalur maut di Jawa Tengah berupa hutan belantara yang dibelah untuk dibuat jalur lintas. Medannya lumayan sulit banyak kelokan tajam dan tanjakan curam.

Untuk mengurangi risiko di Alas Roban, di buat 2 jalur alternatif lingkar utara dan selatan. Kendaraan pribadi dan sepeda motor melalui jalur lingkar alternatif utara. Kendaraan berat biasanya memanfaatkan jalur selatan karena tidak banyak tikungan tajam dan tanjakan curam.

3. Tanjakan Gombel (Semarang)

Tanjakan Gombel di Semarang merupakan kawasan yang rawan lantaran memiliki jalan yang cukup curam, dan sering terjadi longsor di sekitar jalan tersebut.

Sesuai dengan namannya jalan ini memiliki beragam cerita mistis yang di luar nalar. Banyak orang percaya bahwa sebagaian besar kecelakaan yang terjadi di kawasan tersebut disebabkan oleh gangguan makhluk halus.

Bahkan sebagian besar korban kecelakaan mengaku melihat sosok perempuan mengenakan busana panjang berwarna putih "wewe gombel", melintas dan tak jarang melambaikan tangan di pinggir tanjakan.

4. Jalur Cadas Pangeran (Sumedang)

Jalur mudik wilayah Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan daerah rawan kecelakaan sehingga perlu diwaspadai oleh pengendara saat melewatinya.

Jalan Raya Sumedang-Bandung kawansan Cadas Pangeran memiliki kondisi jalan yang berkelok dan terdapat tebing serta jurang. Selain itu jalan ini rawan terjadi longsor dan pohon tumbang.

Pengendara yang melintas perlu memperhitungkan kondisi jalan raya dan disarankan tidak menyalip di jalan marka lurus untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

5. Tanjakan Emen (Subang)

Ilustrasi

Tanjakan Emen berlokasi di Jalan Raya Subang, Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Banyak cerita mistis hingga kecelakaan lalu lintas yang menelan banyak korban jiwa.

Pada dasarnya topografi daerah yang sangat curam disertai jalanan yang berkelok-kelok menjadi sebab utama kecelakaan di tanjakkan ini.

Kecelakaan tunggal berupa bus atau truk bermuatan berat yang terguling, menjadi mayoritas catatan kecelakaan di daerah tersebut.

Mitos yang beredar jika Tanjakan Emen merupakan tempat yang dipenuhi banyak makhluk astral. Menurut cerita yang tersebar, kadang 'mereka' berbuat jahil pada kendaraan yang sedang melintas di tanjakan tersebut.

6. Tanjakan Sitinjau Lauik (Sumatra Barat)

Sitinjau Lauik merupakan jalan lintas Sumatra dengan rute Padang - Arosuka - Solok juga salah satu rute yang menghubungkan Provinsi Sumatra Barat dengan sejumlah Provinsi di Indonesia.

Disebut Sitinjau Lauik karena di beberapa titik jalan, para pengemdara disajikan pemandangan laut sepanjang Pantai Baray dan keindahan Kota Padang dari atas ketinggian.

Namun, Sitinjau Lauik juga perlu diwaspadai oleh para pengguna kendaraan karena terdapat belasan titik yang berpotensi longsor terutama ketika curah hujan tinggi sehingga jalannya menjadi licin.

Selain itu terdapat tikungan tajam yang disambut oleh tanjakan tinggi sehingga menjadi momok bagi pengendara.

Tidak sedikit truk bermuatan besar mengalami rem blong dan terjun bebas ke jurang. Banyaknya jumlah kecelakaan disini membuat tanjakan Sitinjau Lauik dikenal sebagai rute maut dan ekstrem di Sumatra Barat.

7. Jalan Kampak Munjungan (Trenggalek, Jawa Timur)

Jalan Kamoak Munjungan juga terkenal merupakan jalan maut dan ekstrem sehingga rawan terjadi kecelakaan. Jalan ini berada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur .

Jalan Kampak Munjungan memiliki banyak tikungan tajam yang tidak terlihat posisi beloknya. Selain itu jalan ini memiliki jalur yang sempit sehingga hanya cukup satu kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua saja.

Para pengendara harus bergantian melewati jalan ini dan dianjurkan menggunakan ggi satu saat melewati titik Jalan Kampak Munjungan.

8. Tanjakan Tarahan (Lampung)

Jalur tanjakan Tarahan di Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan sangat dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan. Jalur ini memiliki tanjakan yang panjang dan adanya tikungan menjadikan jalur ini harus dilintasi dengan hati-hati oleh pengendara yang melintas.

Hal mistis juga kerap kali dikaitkan dengan jalan ini, beberapa kendaraan seperti truk, bus, dan mobil sering berhenti mendadak dan mesin mobil mati tiba-tiba saat melintasi tanjakan ini.

9. Jalur Nagrek (Jawa Barat)

Ilustrasi

Jalur Nagreg terletak di Kabupaten Bnadung ini terkenal karena memiliki kecuraman yang tidak biasa hingga rawan kecelakaan. para pengendara diimbau untuk mengenal geometrik jalan dan meningkatkan kewaspadaan.

Ada enam titik daerah rawan kecelakaan di Jalur Nagreg diantaranya Tanjakan Elpiji Nagrog, Turunan Nagreg, Jalan Cagak Nagreg,Tanjakan Bohong, Lingkar Nagrek dan daerah sekitar SD Negeri 3 Ciaro.

Kondisi jalan yang menanjak, turunan tajam dan bergelombang membuat Jalur Nagreg memerlukan fokus yang tinggi saat dilintasi kendaraan. terlebih saat hujan Jalur Nagreg akan licin dan rawan kecelakaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini