nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditanya Kasus Pelajar SMA Bunuh Begal, Begini Komentar Jaksa Agung

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 14:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 337 2155479 ditanya-kasus-pelajar-sma-bunuh-begal-begini-komentar-jaksa-agung-Q9F0l2ZsaV.JPG Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin turut angkat bicara terkait kasus pelajar SMA berinisial ZA, pelaku pembunuhan terhadap begal yang hendak memperkosa kekasihnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Mulanya, anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafi’i mengkiritik status ZA yang ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara seumur hidup usai membunuh begal yang hendak memperkosa sang kekasih. Padahal, ZA menurut Syafi’i adalah korban begal sehingga wajar jika membela diri.

“Kemudian kasus yang lagi viral, anak muda yang mau dibegal diancam hukuman seumur hidup. Wah, saya kira ini dahsyat sekali,” tutur Syafi’i di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Lantas Jaksa Agung menjelaskan duduk perkara tersebut. Dia berujar bahwa sejatinya pelaku tidak ingin memperkosa kekasih ZA.

Baca juga: Pelajar Bunuh Begal Terancam Penjara Seumur Hidup, Ini Kata Pakar Hukum

“Untuk perkara begal anak-anak di Malang dan kalau nanti berkasnya secara penuh, sebenarnya tidak ada keinginan dari begal itu untuk memperkosa,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin berujar bahwa ZA memang sudah membawa senjata tajam saat kejadian itu. Sehingga membela diri dengan menusukkan pisau ke salah satu pelaku begal jelas keliru.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan ZA tidak tepat. Sebab, ZA dianggap membela diri dalam keadaan yang tidak sepenuhnya terpaksa.

Baca juga: Pelajar SMA Pembunuh Begal Terancam Hukuman Seumur Hidup

“Dia membela diri memang tidak dalam daya paksa yang penuh karena dia sudah membawa senjata tajam,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menekankan bahwa jaksa tidak melakukan penahanan terhadap ZA karena masih di bawah umur. “Mohon maaf kami tidak melakukan penahanan kepada anak itu," timpal Burhanuddin.

Seperti diwartakan, pada Minggu 9 September 2019 malam, ZA keluar bersama kekasihnya ke kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Mereka dihadang sekelompok kawanan begal.

Dua orang mencoba merampas sepeda motor dan handphone milik ZA. Tak cukup sampai di situ, pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA berinisial V.

Namun korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari bawah jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Alhasil, dua pelaku begal lainnya lari tunggang langgang melihat rekannya terkapar.

Sehari setelahnya, polisi berhasil mengamankan ZA dan menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan penganiyaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun, lantaran masih berstatus pelajar ZA tidak ditahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini