nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo di DPR, Ini Alasan Buruh Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 14:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 20 337 2155478 demo-di-dpr-ini-alasan-buruh-tolak-omnibus-law-cipta-lapangan-kerja-i4Krsi8IPY.jpg Massa buruh demo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, menolak omnibus law Cipta Lapangan Kerja. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal membeberkan, sejumlah alasan buruh menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Rancangan itu dinilai menyengsarakan kelas pekerja.

"Dalam omnibus law tersebut menyiratkan akan menghapuskan sistem upah minimum," kata Iqbal di depan Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Kemudian, kata Iqbal, Rancangan Undang-undang (RUU) ini bakal mengakibatkan hilangnya pesangon. "Oleh karena itu, buruh akan melakukan perlawanan keras terhadap pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja ini yang akan menghilangkan upah minimum dan kedua akan menghapuskan pesangon," ujarnya.

Iqbal berujar, RUU ini akan melanggengkan sistem outsourcing dan karyawan kontrak. "Karena dalam RUU Cipta Lapangan Kerja ini di situ diatur dikatakan boleh semua jenis pekerjaan dilakukan kontrak dan bisa di-outsourcing-kan," katanya.

Dia menambahkan, RUU ini juga berpeluang membuka tenaga kerja asing (TKA). Jika itu benar terjadi, TKA dapat mengancam masa depan pekerja dalam negeri. Seharusnya, kata dia, negara mampu melindungi pekerja lokal.

Demo buruh tolak omnibus law Cipta Lapangan Kerja. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Melalui kesempatan ini kami meminta DPR untuk membatalkan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Khususnya keterkaitannya dengan ketenagakerjaan karena membuat masa depan pekerja, calon pekerja, orang-orang muda yang akan memasuki dunia kerja tanpa perlindungan," tutur Iqbal.

Berdasarkan siaran pers resmi KSPI, gerakan penolakan terhadap omnibus law tidak hanya di Jakarta, tetapi juga serentak dilakukan di Aceh, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Gorontalo.


Baca Juga : 6.013 Personel Gabungan Kawal Demo Buruh soal Omnibus Law di DPR

Hingga kini, massa buruh masih bertahan di depan Gedung DPR/MPR. Mereka tampak melantunkan yel-yel perjuangan buruh. Selain menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, buruh juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.


Baca Juga : Demo Tolak Omnibus Law, Massa Buruh Berselawat di Tengah Hujan Deras

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini