nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jenazah Pendiri MER-C Joserizal Akan Dimakamkan di Pondok Rangon Jaktim

Wisnu Yusep, Jurnalis · Senin 20 Januari 2020 10:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 20 337 2155321 jenazah-pendiri-mer-c-joserizal-akan-dimakamkan-di-pondok-rangon-jaktim-Y2i7m5yqEF.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

BEKASI - Aktivis kemanusiaan yang juga pendiri Medical Emergency Rescue Commite (MER-C), dr Joserizal Jurnalis meninggal dunia, Senin (20/1/2020) pukul 00.38 WIB di usia ke-56 tahun. Jenazahnya akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Sebelum dimakamkan, jenazah lebih dulu disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Jalan Kalimanggis Raya Nomor 90, Cibubur Jakarta Timur.

Almarhum Joserizal merupakan dokter sekaligus aktivis yang sering membantu masyarakat di wilayah konflik. MER-C yang dia pimpin merupakan lembaga yang fokus memberikan pertolongan medis di wilayah-wilayah konflik dan peperangan.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini pertama kali membantu masyarakat yang berada di wilayah konflik pada 1999 di Tual, dekat Ambon. Di Tual, Joserizal melihat begitu kejamnya konflik terjadi. Masjid menjadi ‘rumah sakit’ sementara yang penuh korban berdarah-darah. Dia pun bekerja dengan fasilitas ala kadarnya, mengoperasi di teras masjid dengan bantuan lampu senter karena sambungan listrik kerap padam.

(Foto: FB Rima Manzanaris)

Berbekal pengalaman di Tual, menguatkan Jose dalam dunia medis. Dia kemudian bersedia dikirim ke tempat lain, seperti Aceh, Afghanistan, Pakistan, Irak, sampai Gaza-Palestina.Tak hanya itu, Joserizal juga telah mengemas kisahnya di ‘Buku Jalan Jihad Sang Dokter’, berisi pengalamnya selama mengopeni kemanusiaan.

Pengalamannya mempertaruhkan nyawa dengan menandatangani kontrak saat memutuskan memasuki kawasan konflik seperti Gaza, mampu menginspirasi dan mengobarkan semangat kemanusiaan.

Joserizal menghabiskan masa kecilnya di kompleks IKIP, Padang dan bersekolah di Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) yang jumlahnya sedikit di Indonesia waktu itu.

Kariernya sebagai dokter dimulai di Puskesmas Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tengah, Padang. Sedangkan di Tual, sekitar 540 kilometer dari kota Ambon, merupakan kawasan konflik yang pertama kali didatangi pada 1999. Setibanya di Tual, tepatnya di depan masjid Al-Hurriyah, Joserizal bersama koleganya, Syafik dan Basuki langsung bekerja melakukan operasi minor meski dengan segala keterbatasan.

Tercatat, tahun 2001 terjun ke Kandahar, Afganistan, 2002 menjadi relawan dalam perang Irak, 2005 menangani korban gempa di Kashmir, Pakistan. Dan tahun 2009 terjun langsung ke Gaza, Palestina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini