Peristiwa 20 Januari: Pelantikan Presiden Amerika hingga Larangan Sementara Penerbitan Surat Kabar

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 20 Januari 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 20 337 2155241 peristiwa-20-januari-pelantikan-presiden-amerika-hingga-larangan-sementara-penerbitan-surat-kabar-Ugc1GQ6nr8.jpg Barack Obama (Foto: Ist)

JAKARTA - Era kepemimpinan Presiden Soeharto kebebasan pers merupakan sesuatu yang tabu. Hal itu dibuktikan dengan kebijakan Soeharto yang melarang penerbitan tujuh surat kabar pada 20 Januari 1978.

Pelarangan itu dilakukan karena pemberitaannya dinilai terlalu kritis terhadap pemerintahannya. Okezone merangkum sederet peristiwa yang terjadi pada 20 Januari, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, pada Senin (20/1/2020):

1936 - Edward VIII dinobatkan menjadi Raja Britania Raya.

1941 - Perang Dunia II: Seorang perwira Nazi Jerman dibunuh di Bucharest, Romania, menyebabkan pemberontakan dan aksi kekerasan oleh Iron Guard, menewaskan 125 orang Yahudi dan 30 prajurit.

1942 - Perang Dunia II: Kaum Nazi Jerman di Konferensi Wannsee di Berlin memutuskan untuk mengambil "solusi terakhir masalah Yahudi," (bahasa Jerman: Endlösung der Judenfrage).

Perang Dunia

Baca Juga: Peristiwa 18 Januari: Kecelakaan Transportasi Terjadi di Berbagai Belahan Dunia

1945 - Perang Dunia II: Pemerintahan sementara Hongaria dipimpin Perdana Menteri Béla Miklós menyetujui gencatan senjata dengan Sekutu.

1945 - Perang Dunia II: Nazi Jerman mulai mengevakuasi 1,8 juta warganya dari Prusia Timur, yang tuntas dalam waktu hampir 2 bulan.

1949 – Point Four Program, program bantuan ekonomi untuk negara-negara miskin, diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat ke-33 dengan masa jabatan penuh.

1954 - Di Amerika Serikat, National Negro Network didirikan dengan 40 stasiun radio sebagai anggotanya.

1969 - Polisi Pakistan Timur menembak mati aktivis mahasiswa Amanullah Asaduzzaman, menyebabkan kerusuhan yang sebagai salah satu pemicu pecahnya Perang Kemerdekaan Bangladesh.

1972 - Pakistan meluncurkan program senjata nuklirnya beberapa minggu setelah kekalahannya dalam Perang Kemerdekaan Bangladesh dan Perang India-Pakistan pada tahun 1971.

1978 - Soeharto memberlakukan larangan penerbitan 7 surat kabar: Kompas, Sinar Harapan, Merdeka, Pelita, The Indonesian Times, Sinar Pagi, dan Pos Sore untuk sementara waktu. Pelarangan terbit atas 7 surat kabar tersebut berlangsung selama 2 minggu.

Soeharto

1990 - Tentara Merah membubarkan gelombang protes sipil di Baku, Azerbaijan selama bubarnya Uni Soviet. Dikenal sebagai Januari Hitam.

1991 - Pemerintah Sudan mulai menerapkan hukum Islam, memperburuk perang saudara antara kaum Muslim di utara dengan kaum Kristen di selatan.

1992 - Air Inter Penerbangan 148, sebuah pesawat Airbus A320-111, jatuh di pegunungan dekat Strasbourg, Prancis menewaskan 87 dari 96 penumpang dan awaknya. Cacat desain dalam sistem seleksi mode komputer membuat awak pesawat salah memilih laju penurunan pesawat.

1993 - Bill Clinton dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-42.

1999 - China News Service mengumumkan peraturan baru pemerintah dalam pembatasan penggunaan internet di China, terutama ditujukan kepada café Internet.

2001 - Presiden Filipina Joseph Estrada dimakzulkan dalam revolusi tanpa kekerasan selama 4 hari dan digantikan oleh wakilnya, Gloria Macapagal-Arroyo.

2001 - George Walker Bush dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-43.

2006 - Saksi mata melaporkan penampakan lumba-lumba hidung botol berenang di Sungai Thames, pertama kali sejak pencatatan dimulai pada tahun 1913.

2007 - Tim terdiri dari 3 orang yang menggunakan ski dan layang-layang menuntaskan perjalanan sejauh 1093 mil (1759 km) menuju Kutub Selatan melalui jalur yang belum pernah bisa diakses sebelumnya sejak 1958 dan untuk pertama kalinya tanpa bantuan mekanis.

2009 - Gerakan protes di Islandia memuncak menyikapi krisis keuangan di negara itu.

2009 - Barack Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44.

2017 - Donald Trump dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini