5 Nelayan WNI Diculik Abu Sayyaf, Pemerintah Diimbau Tetap Lakukan Pendekatan Humanis

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 20 Januari 2020 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 20 337 2155221 5-nelayan-wni-diculik-abu-sayyaf-pemerintah-diimbau-tetap-lakukan-pendekatan-humanis-nZKLJGmZHF.jpg Ilustrasi Penculikan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia mengimbau kepada pemerintah Indonesia untuk tetap melakukan pendekatan yang humanis dalam menangani penculikan lima nelayan Tanah Air oleh kelompok pemberontak Abu Sayyaf. Salah satu caranya, membuka komunikasi dengan para petinggi Abu Sayyaf tersebut.

"Pemerintah harus tetap mengedepankan sisi humanis, jangan sampai ada operasi yang memakan korban jiwa," ujar Farah kepada Okezone, Senin (20/1/2020).

Selain itu, lanjut dia, membangun diplomasi dengan Filiphina dan Malaysia agar dapat mempermudah proses negosiasi pembebasan para nelayan tersebut. Sehingga, semua langkah-langkah yang diambil bersifat persuasif.

"Dan terakhir dengan menolak tegas segala bentuk tebusan yang di tawarkan," katanya.

abu

Baca Juga: Operasi Pembebasan WNI Tewaskan 2 Anggota Abu Sayyaf & 1 Prajurit Filipina

Ia menambahkan, bila berbagai upaya persuasif telah ditempuh, tapi tidak juga membuahkan hasil yang positif, maka harus diambil keputusan berupa pembebasan sandera dengan cara represif.

"Namun sampai sejauh ini belum. Saya kira masih bisa pakai cara yang humanis," katanya.

Seperti diketahui, pada Kamis 16 Januari malam, enam gerilyawan komplotan Abu Sayyaf menculik lima nelayan Indonesia dari kapal pukat mereka di perairan paling timur Sabah di lepas pantai Lahad Datu, sekitar 10 menit dari kepulauan Tawi-Tawi di Filipina.

Mereka yang diculik adalah kapten kapal pukat Arsyad Dahlan (41), La Baa (32), Riswanto Hayano (27), Edi Lawalopo (53), dan Syarizal Kastamiran (29). Semuanya orang Indonesia yang bekerja di perusahaan perikanan berbasis di Sandakan.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini