nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Singgung Kasus Century dan Pelindo, Demokrat: Jangan Takut Bentuk Pansus Jiwasraya

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 19 337 2155069 singgung-kasus-century-dan-pelindo-demokrat-jangan-takut-bentuk-pansus-jiwasraya-qM2HMQ9Wq9.jpg Diskusi 'Kasus Jiwasraya: Pansus Vs Panja' di Menteng, Jakarta (Okezone.com/Rizky)

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin meminta semua pihak tak khawatir dengan wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya. Menurutnya pansus bisa membantu mempercepat pengungkapan kasus duagaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Saya kira siapapun termasuk pemerintah dan siapapun tidak perlu takut dan tidak perlu khawatir keberadaan Pansus (Jiwasraya)," kata Didi usai diskusi ‘Kasus Jiwasraya; Pansus Vs Panja’ di sebuah kafe di Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/01/2020).

Didi membandingkan beberapa kasus seperti skandal Bank Century, Pelindo II, hingga BBM yang memiliki nilai kerugian negara lebih kecil dibandingkan kasus Jiwasraya, namun dibentuk pansus di DPR.Ilustrasi

Bahkan, kata dia, di era pemerintahan Megawati hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga banyak dibentuk pansus untuk menuntaskan suatu persoalan tertentu.

"Selama ini kasus-kasus yang skalanya jauh lebih kecil, Pelindo, Century dan berbagai pansus biasa saja (dibentuk). Sejak zamannya reformasi, pak Habibie, Gusdur, Ibu Mega, dan Pak SBY 10 tahun banyak pansus," tuturnya.

Baca juga: Kasus Jiwasraya, Siapa Bertanggung Jawab?

Didi mempertanyakan upaya membentuk Pansus Jiwasraya yang sejak awal direncanakan DPR kini berubah wacana diganti dengan panja atau panitia kerja yang lingkupnya lebih kecil.

"Kenapa diskriminatif di dalam kasus Jiwasraya, ini jadi tanda tanya. Lalu kawan-kawan yang dulunya semangat menggebu-gebu tiba-tiba jadi kendor. Mudah-mudahan sementara besok-besok mikir lagi bahwa ini amanah rakyat jadi semangat lagi," terangnya.

Meski begitu Didi mengapresiasi upaya cepat yang telah dilakukan Kejaksaan Agung dalam membongkar kasus tersebut. Namun menurutnya Pansus tetap diperlukan untuk mendalami persoalan tersebut.

"Tanpa mengurangi hormat kejaksaan. Kejaksaan saya kira sudah bagus langkahnya, tetapi kita lembaga politik ini adalah lembaga politik bukan politisasi dibayar dari pajak rakyat jangan kendor dalam mengungkapkan suatu kejahatan yang luar biasa penjarahan kejahatan extra ordinary crime saya kira kami mendorong penggunaan Pansus ini," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini