BMKG: Mamberano Jadi Zona Sumber Gempa Paling Aktif di Papua

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 19 Januari 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 19 337 2155021 bmkg-mamberano-jadi-zona-sumber-gempa-paling-aktif-di-papua-pGQifUl2Ol.jpg Ilustrasi Gempabumi (foto: Shutterstock)

Daryono menambahkan, wilayah Kabupaten Sarmi dan Jayapura dikenal memiliki sejarah panjang gempa kuat dan merusak di masa lalu. Tercatat dalam katalog gempa terdapat lebih dari 20 aktivitas gempa berkekuatan besar yang berdampak mencapai skala intensitas VI hingga IX MMI.

Dampak gempa dalam skala intensitas MMI (Modified Mercally Intensity), menunjukkan rata-rata bangunan tembok sederhana mengalami kerusakan ringan pada skala intensitas VI MMI, sedangkan pada skala intensitas VIII dapat memicu kerusakan sedang hingga berat.

Ilustrasi (foto: Shutterstock)

Baca Juga:  Jayapura Kembali Diguncang Gempa, Kali Ini Magnitudonya 5,2

"Satu hal yang menarik dan patut dicermati dari data tersebut di atas bahwa lokasi lokasi episenter gempa yang terjadi tadi malam sangat berdekatan dengan lokasi episenter gempa 26 Oktober 1926 M 7,6 dan Gempa 28 Mei 1968 M 7,5. Tampaknya ketiga gempa signifikan ini memang dipicu oleh sumber gempa yang sama, yaitu Sesar Anjak Mamberamo," papar dia.

Menurut Daryono, tingginya potensi gempa bumi di Sarmi dan Jayapura tidak perlu membuat masyarakat kecil hati dan khawatir berlebihan. Saat ini, lanjut dia, semua informasi terkait potensi gempa di wilayah ini harus direspon dengan langkah nyata dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak gempa bumi.

"Meskipun tinggal di daerah rawan gempa, kita tetap dapat hidup dengan aman dan nyaman karena yang paling penting dan harus dibangun adalah kapasitas mitigasinya, kesiapsiagaannya, kapasitas stakeholder dan masyarakat, serta menyiapkan infrastrukturnya yang tahan gempa," tuturnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini