nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Pemicu Gempa M6,3 di Jayapura

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 19 Januari 2020 07:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 19 337 2154967 ini-pemicu-gempa-m6-3-di-jayapura-j4eIjavCXf.jpg ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Gempa dengan magnitudo 6,3 yang sudah dimutakhirkan jadi Mw 6,1 terjadi di wilayah Jayapura, Papua, Sabtu 18 Januari 2020 pukul 23.38 WIB. BMKG menganalisis pemicu gempa dangkal ini.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, episenter gempa ini terletak pada koordinat 2,77 Lintang Selatan dan 139,52 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 108 kilometer arah barat Kota Jayapura, pada kedalaman 53 Km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya dalam keterangan tertulis kepada media, Minggu (19/1/2020).Ilustrasi

BMKG menyebutkan, guncangan gempa ini dirasakan di Sentani IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Jayapura dan Sarmi III-IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Yahukimo dan Keerom III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), dan Wamena II-III MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Pada dini hari tadi sekira pukul 00.17 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M4,4.

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindar dari lereng tanah/batuan yang berpotensi longsor serta menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa,” ujarnya.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini