nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keraton Pajang, Kerajaan Sungguhan di Kartasura Hingga Kini Masih Eksis

Sabtu 18 Januari 2020 14:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 18 337 2154743 keraton-pajang-kerajaan-sungguhan-di-kartasura-hingga-kini-masih-eksis-CgmLLpmkIy.jpg Gedung Yayasan Kesultanan Keraton Pajang di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah

SUKOHARJO - Di tengah munculnya keraton-keraton baru yang sempat bikin heboh dunia maya, ternyata ada satu keraton yang masih eksis hingga kini sejak berdiri 12 tahun silam. Bernama Keraton Pajang di Makahmaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, memiliki juga Raja dan Sultan serta abdi dalem.

Lokasinya di sebelah selatan petilasan Keraton Pajang, Dukuh Sonojiwan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Kasultanan Keraton Pajang tersebut dipimpin oleh Suradi Suranegoro yang bergelar Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV.

Ia merupakan keturunan trah Ki Ageng Turus, yaitu saudara Kebo Kanigoro, ayah dari Joko Tingkir, leluhur raja-raja. Suradi merupakan warga pendatang yang berasal dari Nawonggo, Ceper, Klaten.

“Kasultanan Karaton Pajang ini merupakan yayasan budaya yang sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI. Saya diberi mandat sebagai sultan untuk nguri-uri budaya Keraton Pajang,” kata dia kepada wartawan, seperti dikutip dari Solopos.com, Sabtu (18/1/2020).

Baca Juga: Menganal Tradisi Unik Keraton Asli di Indonesia

Baca Juga: Fenomena Keraton Juga Melanda Negara Lain

Keberadaannya sudah diketahui oleh Pemerintah Sukoharjo, dinas terkait serta masyarakat sekitar. Selama keraton tersebut berdiri, pihaknya aktif melakukan kegiatan budaya dengan afiliasi budaya Keraton Pajang Kuno. Ia menegaskan semua kegiatan yang dilakukan di keraton tersebut murni kegiatan budaya.

“Ada tujuh kegiatan yang kami lakukan rutin setiap tahun, yakni Peringatan Malam 1 Suro, Kirab Pusoko, Jumenengan Keraton Pajang, Napak Tilas Joko Tingkir, Haul Joko Tingkir, Wilujengan, dan Syawalan,” beber dia.

Tidak Ada Penyimpangan

Menurut Suradi, jumlah pengageng keraton dan abdi dalem sekitar 5.000 orang lebih. Mereka tidak hanya berasal dari Sukoharjo, tetapi juga dari Surabaya, Malang, Magetan, Lamongan, Gresik, dan Wonogiri.

“Semua kegiatan keraton kami biayai sendiri. Kami tidak meminta iuran kepada abdi. Selain itu kami juga tidak memaksakan pada abdi atau masyarakat,” terang dia.

Belum lama ini, Yayasan Kasultanan Karaton Pajang telah membangun masjid.

Kepala Desa Makamhaji, Agus Purwanto, mengatakan selama ini kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Kasultanan Karaton Pajang tidak menyimpang.

“Kegiatan yang sering diadakan yaitu kegiatan keagamaan dan kebudayaan. Dan setiap kegiatan masyarakat sekitar juga mengetahui. Saat peresmian masjid Forkompinca juga turut hadir,” kata Agus.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini