Jokowi Ingin PON Papua Perkuat Persatuan dan Persaudaraan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 17 Januari 2020 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 17 337 2154505 jokowi-ingin-pon-papua-perkuat-persatuan-dan-persaudaraan-lr6pw6atx9.jpg Foto: Biro Pers Setpres

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, semangat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua bukan hanya sebagai ajang kompetisi olahraga semata.

Namun, yang paling penting PON Papua sebagai arena memperkuat jalinan persaudaraan, persatuan, dan solidaritas antardaerah.

"Sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa tanah Papua banyak lahir talenta-talenta hebat di bidang olahraga," ujar Jokowi dilansir dari Setkab.go.id saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Penyelenggaraan PON ke-20 Tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

PON akan berlangsung di Papua mulai 20 Oktober hingga 2 November 2020. Kepala Negara mengingatkan bahwa persiapan PON harus sudah dilakukan secara matang.

"Waktu sekarang tinggal 276 hari dan saya ingin mendapatkan laporan, yang pertama mengenai infrastruktur pendukung untuk penyelenggaraan PON mulai dari pembangunan venue maupun non-venue hingga kesiapan akomodasi bagi kurang lebih 9411 atlet dan official yang akan datang ke Papua," ujar dia.

Jokowi mengungkapkan telah menerima laporan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang memutuskan untuk melakukan pengurangan dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, menjadi 37 cabang olahraga dengan 678 nomor pertandingan.

Baca Juga: Jokowi Ingin PON 2020 di Papua Jadi Ajang Unjuk Keberagaman Indonesia

"Selain itu lokasi pertandingan juga dipusatkan di 4 daerah yaitu di Kota Jayapura, di Kabupaten Jayapura di Kabupaten Mimika, dan di Kabupaten Merauke," terangnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali meminta laporan dari kementerian dan lembaga termasuk dari Pemprov Papua terkait progres penyiapan infrastruktur yang sudah ada di lapangan.

Jokowi berpesan agar pembangunan infrastruktur pendukung tidak hanya dilakuakan untuk PON. Akan tetapi pembangunan itu tetap bisa dipakai usai penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut.

"Jangan sampai sarana dan prasarana olahraga yang sudah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit justru tidak dimanfaatkan lagi karena tidak terawat. Karena itu, saya menegaskan lagi agar Gubernur Papua, Provinsi Papua membuat rencana pemanfaatan sarana prasarana olahraga ini terutama untuk pemilihan bibit-bibit unggul anak-anak Papua di bidang olahraga,” pungkasnya.

(kha)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini