nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejadian Keraton Agung Sejagat, DPR Imbau Masyarakat Tak Mudah Diiming-imingi Harta

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 17:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 337 2154389 kejadian-keraton-agung-sejagat-dpr-imbau-masyarakat-tak-mudah-diiming-imingi-harta-uyCUA0ZHy2.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang meminta masyarakat tak mudah terpengaruh dengan iming-iming akan mendapatkan harta lebih jika mengikuti sebuah komunitas atau perkumpulan tertentu. Karena hal itu kerap merugikan diri sendiri.

Pernyataan Marwan merespon kejadian fenomena Keraton Agung Sejagat pimpinan Toto Santosa Hadiningrat dan Dyah Gitarja, di Purworejo, Jawa Tengah.

"Kita mengimbau jangan mudah percaya, toh nantinya juga akan merugikan diri sendiri," kata Marwan saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

 Baca juga: Heboh Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, DPR Soroti Ketahanan Moral Masyarakat

Agar dapat menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat, masyarakat harus mendaftar dengan sejumlah uang. Kemudian pengikut mendapat iming-iming jabatan di keraton mulai tingkat menteri hingga lurah. Gaji yang dijanjikan pun sangat menggiurkan yakni menggunakan mata uang dollar.

Marwan menekankan, untuk mendapatkan kekayaan dibutuhkan kerja keras, tak bisa instan misalnya menyetorkan uang lalu hanya mengharapkan imbalan menggiurkan. "Tidak ada yang seperti itu," bebernya.

 Baca juga: Kasus Keraton Agung Sejagat, Kemendagri: Jangan-Jangan Orang Kurang Waras

Diketahui belakangan masyarakat digegerkan dengan fenomena Keraton Agung Sejagat dipimpin oleh seorang raja bergelar Rangkai Mataram Agung. Sang Raja yang biasa dipanggil Sinuhun dan bernama asli Totok Santosa Hadiningrat. Sementara istrinya Kanjeng Ratu memiliki nama asli Dyah Gitarja.

Menurut Totok Keraton Agung Sejagat itu untuk menyambut kehadiran Sri Maharatu (Maharaja) Jawa kembali ke Tanah Jawa. Dia pun mengklaim memiliki wilayah kekuasaan seluruh negara di dunia.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena telah membuat onar dan melakukan penipuan.

Kedua pelaku diduga melakukan pelanggaran terhadap Pasal 14 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini