nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil 2 Kalapas Dalami Suap Jual-Beli Fasilitas Lapas Sukamiskin

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 11:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 17 337 2154199 kpk-panggil-2-kalapas-dalami-suap-jual-beli-fasilitas-lapas-sukamiskin-qu7OlT280B.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kalapas Klas IIB Serui, Djoko Sunarno dan Kalapas Klas IIB Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Noveri Budisantoso terkait kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, mereka berdua akan diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Wahid Husen. "Mereka akan diperiksa sebagai saksi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

KPK melakukan pengembangan terkait dengan kasus dugaan jual-beli fasilitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Mengingat, dalam dalam proses penyelidikan pihaknya menemukan adanya keterlibatan pihak lain.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima orang tersangka. Mereka adalah, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Alm Fuad Amin.

Untuk tersangka almarhum Fuad Amin saat ini telah meninggal dunia dalam proses penyidikannya. Sehingga, tuntutan pidana pada yang bersangkutan dihentikan lantaran meninggal dunia.

Dalam proses penyidikan ini, KPK menduga bahwa telah terjadi pemberian beberapa mobil mewah dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin ketika itu. Pemberian dari narapidana kepada Kalapas Sukamiskin itu diduga kuat agar warga binaan mendapat fasilitas mewah dan bebas keluar masuk dari balik jeruji besi.

Lapas Sukamiskin

Dalam perkara ini, Wahid Husen dan Deddy Handoko disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Lalu, untuk Wawan dan almarhum Fuad Amin dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan, Rahadian disangkakan melanggar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(put)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini