nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketum PAN Zulkifli Hasan Mangkir dari Panggilan KPK

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 22:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 16 337 2153997 ketum-pan-zulkifli-hasan-mangkir-dari-panggilan-kpk-qXrkxWqcnT.jpg Zulkifli Hasan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mangkir dari agenda pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Zulhas sedianya akan dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi ‎pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Zulhas akan diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya selaku mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan periode 2009-2014. "Untuk Pak Zulhas, hari ini tidak hadir," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri dikantornya, Jakarta Selatan, Kamis (16/1/2020).

Hingga saat ini, kata Ali, pihaknya belum menerima surat pemberitahuan dari Zulhas terkait dengan alasan ketidakhadirannya memenuhi panggilan penyidik lembaga antirasuah.

"Sampai tadi belum ada konfirmasi yang bersangkutan kenapa tidak hadir," ujar Ali.

Baca Juga: Zulkifli Hasan Dipanggil KPK Terkait Korupsi Alih Fungsi Hutan di Riau

Dengan ketidakhadiran tanpa alasan itu, Ali menegaskan akan mengatur jadwal ulang guna menghadirkan Zulhas di meja pemeriksaan penyidik KPK.

"Kami penyidik akan panggil ulang. Beberapa hari ke depan kami akan panggil ulang," ucap Ali.

Ilustrasi

Adapun, konstruksi perkara ini bermula ketika mantan Menteri Kehutanan itu menyerahkan Surat Keputusan Menteri tanggal 8 Agustus 2014 tentang Perubahan Peruntukkan Kawasan Hutan menjadi Bukan Kawasan kepada Gubernur Riau periode 2014-2019, Annas Maamun.

Dalam surat itu, Zulhas‎ membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mengajukan permohonan revisi bila ada kawasan yang belum terakomodir melalui Pemda. Annas pun memerintahkan SKPD untuk menelaah kawasan hutan.

Baca Juga: Gerindra Sebut Terpidana Korupsi Annas Maamun Layak Dapat Grasi

Selain tersangka korporasi, KPK juga menetapkan dua pengurusnya yakni, Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta dan Pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma, Surya Darmadi, sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini