Yenny Wahid Sesalkan Oknum Pembina Ajarkan Tepuk Pramuka Bernuansa SARA

Sarah Hutagaol, Okezone · Kamis 16 Januari 2020 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 16 337 2153996 yenny-wahid-sesalkan-oknum-pembina-ajarkan-tepuk-pramuka-bernuansa-sara-oX3s9UBZdA.jpg Yenny Wahid. (Foto: Okezone.com/Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Putri Presiden ke -4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid ikut menanggapi soal hebohnya tepuk Pramuka ‘Islam Yes Kafir No’ oleh oknum pembina Pramuka, di hadapan siswa SDN Timuran, Kota Yogyakarta. Yenny mengecam praktik pengajaran seperti itu kepada anak-anak, lantaran dapat membuat perpecahan di tengah masyarakat.

"Saya bukan cuma menyesalkan, juga mengecam kalau ada apa namanya, tepuk-tepuk semacam itu karena akan membuat perpecahan di tengah masyarakat," kata Yenny saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (16/1/2020).

Yenny lantas mempertanyakan maksud dan tujuan mengajarkan anak-anak ujaran bernada kebencian seperti itu. Dikhawatirkan, tingkah demikian bisa menimbulkan kesenjangan kesetaraan di dalam masyarakat.

"Apa sih yang mau diajarkan sama anak-anak kita? Anak-anak itu kan belajar dari hal-hal yang sifatnya bukan cuma secara teoretis dari buku, tapi juga perilaku sehari-hari," ucapnya.

Foto: KRJogja

Yenny menjelaskan, dalam konstitusi tertuang bahwa setiap warga negara yang memiliki latar belakang, baik suku, agama dan RAS akan dijamin oleh negara mengenai kesetaraannya. "Tapi Undang-Undang (UU) kita jelas. Konstitusi kita jelas menjamin kesetaraan hak antara semua warga negara, apa pun latar belakang agama, suku latar belakang ekonomi dan sebagainya," ucap Yenny.

Baca juga: Heboh Pembina Pramuka di Yogyakarta Ajarkan Tepuk Bernuansa SARA

Diberitakan sebelumnya, pembina Pramuka dari Kwartir Cabang Pramuka Kota Yogyakarta itu mengajarkan tepuk tangan yang kontroversial tersebut di SD Negeri Timuran, Yogyakarta pada Jumat 10 Januari 2020.

Kepala SD Negeri Timuran Esti Kartini Spd membenarkan adanya kegiatan Kursus Mahir Lanjutan (KML) bagi pembina pramuka di sekolahnya pada Jumat. Namun, dirinya tidak mengetahui secara detail perihal kejadian tepuk pramuka bernuansa SARA yang dilakukan salah satu pembina.

"SD Negeri Timuran hanya ketempatan. Itu semua materi dan pembina dari Kwartir Cabang Pramuka Kota Yogyakarta. Kami juga baru mendengar ini dari teman-teman media. Karena kami Gugus Depan Kota Yogyakarta, maka kami welcome untuk praktik ini, intinya kami hanya ketempatan saja," ungkap Esti saat ditemui di kantornya, Senin 13 Januari 2020.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini