nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaksa Agung: Peristiwa Semanggi Bukan Pelanggaran HAM Berat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 15:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 337 2153779 jaksa-agung-peristiwa-semanggi-bukan-pelanggaran-ham-berat-adUqRER1J5.jpg Jaksa Agung, ST Burhanuddin (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin menyampaikan perkembangan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. Dia pun menyebut kasus Semanggi I dan Semanggi II bukan pelanggaran HAM berat.

“Peristiwa Semanggi I dan Semanggi II, telah ada hasil rapat paripurna DPR yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Burhanuddin di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Namun, dia tak merinci secara detail mengenai kapan paripurna DPR itu digelar dan menghasilkan keputusan bahwa peristiwa Semanggi I dan Semanggi II bukan bentuk pelanggaran HAM berat.

 Baca juga: Mahfud MD: Pelanggaran HAM Berat Akan Diselesaikan

Dia kemudian melanjutkan pemaparannya mengenai hambatan dalam penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu. Seperti ketiadaan pengadilan HAM Ad Hoc dan ketidakcukupan alat bukti.

"Untuk peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu, sampai saat ini belum ada pengadilan HAM Ad Hoc. Sedangkan mekanisme dibentuknya atas usul DPR berdasarkan peristiwa tertentu dengan keputusan presiden," tutur Burhanuddin.

 Baca juga: Kasus HAM Diminta Tidak Lagi Dijadikan Komoditas Politik

Lebih lanjut, dia menekankan, untuk penanganan dan penyelesaian berkas hasil penyelidikan peristiwa pelanggaran HAM berat masa lalu menghadapi kendala kecukupan terkait kecukupan alat bukti.

“Berdasarkan hasil Komnas HAM belum dapat menggambarkan, atau menjanjikan minimal dua alat bukti yang kami butuhkan,” tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini