nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenang Ibu Kasur 'Sang Legenda Pendidikan Anak'

Debrinata Rizky, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 14:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 16 337 2153741 mengenang-ibu-kasur-sang-legenda-pendidikan-anak-AnBTPGrYPU.jpg Sandiah atau dikenal Ibu Kasur (foto: istimewa)

JAKARTA - Pada 16 Januari 1926, merupakan hari lahir Sang legenda tokoh pendidikan anak yaitu Sandiah atau lebih dikenal dengan nama Ibu Kasur. Perempuan yang lahir di Jakarta ini mencurahkan sebagian besar waktunya pada dunia anak-anak hingga akhir hayatnya.

Berikut Okezone paparkan kisah Ibu Kasur yang diambil dari beberapa sumber, Kamis (16/1/2020).

Awal mula Sandiah mendapat julukan sebagai Ibu Kasur setelah ia mengasuh Taman Putra dan Taman Pemuda di Jakarta bersama suaminya, Soerjono. Sementara panggilan kasur berasal dari kata Kak Sur, atau sapaan akrab Pak Kasur semasa mereka menikah dan mengungsi di Jogjakarta pada 29 Juli 1946.

Pada tahun 1950-an, ia dan suaminya mengasuh siaran anak-anak di RRI Jakarta. Tahun 1962, ia aktif mengisi acara "Arena Anak-anak" dan "Mengenal Tanah Airku", serta "Taman Indria" pada tahun 1970-an. Ketika stasiun televisi swasta mulai bermunculan, Ibu Kasur sering tampil dalam acara Hip Hip Ceria di RCTI.

Ibu Kasur juga dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak. Beberapa karyanya antara lain berjudul Kucingku, Bertepuk Tangan, dan Main Sembunyi.

Salah satu lagu beliau yang mempunyai lirik "Satu satu, aku sayang ibu, dua dua juga sayang ayah, tiga tiga sayang adik kakak, satu dua tiga sayang semuanya", petikan lagu tersebut adalah salah satu karya legendaris yang hingga saat ini masih sering dinyanyikan.

Selain aktif mencipta lagu, Ibu Kasur juga mengelola Taman Kanak-Kanak (TK) Mini bersama suaminya. TK Mini berdiri sejak 1965 di rumah mereka di Jalan Agus Salim, Bandung. Banyak tokoh Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan dini di TK Mini, seperti Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, dan Hayono Isman.

Setelah Pak Kasur meninggal, lembaga pendidikan anak itu berubah menjadi TK Mini Pak Kasur tahun 1968 yang kini mempunyai lima cabang di kawasan Jabotabek, yaitu di Cikini, Cipinang, dan Pasar Minggu (ketiganya di Jakarta), serta di Kemang (Bekasi), dan Banjar Wijaya (Tangerang).

Dedikasinya terhadap dunia pendidikan anak-anak terus menyala. Setelah suaminya meninggal semangat itu hampir hilang namun, semangat wanita keturunan Jawa kembali berkat dukungan dari anak-anaknya.

Ibu Kasur meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 22 Oktober 2002, karena penyakit stroke. Jenazah Ibu Kasur dimakamkan di sisi pusara sang suami di Kaliori, Purwokerto, Jawa Tengah.

Atas jasanya di dunia pendidikan anak-anak, Ibu Kasur pernah menerima sejumlah penghargaan, antara lain Bintang Budaya Para Dharma pada tahun 1992, penghargaan dari Presiden dalam rangka Hari Anak Nasional (1988), serta Centro Culture Italiano Premio Adelaide Ristori Anno II dari Pemerintah Italia pada tahun 1976.

Terakhir, Bu Kasur juga mengantongi penghargaan sebagai pembawa acara anak-anak legendaris di televisi. Sebelum meninggal Ibu Kasur sempat melanjutkan obsesi suami yang tertunda, yakni membuat film anak-anak dan hal itu terwujud dengan diproduksinya film berjudul Amrin Membolos.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini