nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua KPU Akui Sempat Dihubungi Wahyu soal PAW DPR PDIP

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 12:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 16 337 2153673 ketua-kpu-akui-sempat-dihubungi-wahyu-soal-paw-dpr-pdip-36B6LkhfoO.jpg Ketua KPU Arief Budiman (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nama Ketua KPU Arief Budiman disebut oleh Wahyu Setiawan dalam sidang dugaan pelanggaran etik yang di gelar oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu kemarin.

Wahyu mengaku sempat menyampaikan kepada Arief, bahwa PDI Perjuangan menanyakan soal penetapan anggota DPR melalui proses pergantian antar-waktu (PAW). Hal itu disampaikan lantaran sudah mencium adanya pemakelaran pada kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Arief Budiman mengakui memang pernah mendengar apa yang disampaikan Wahyu terkait adanya 'aroma' pemakelaran. Namun Wahyu tidak spesifik menyebut bahwa ada dugaan pemakelaran itu.

"Sebetulnya kan hal spesifik enggak disampaikan gitu ya, secara umum dia (Wahyu) mengatakan ini banyak hal. Apa ya, saya lupa juga istilahnya, apakah makelaran atau yang lainnya. Iya, pokoknya ada yang kepengin ini lah," kata Arief di KPU, Kamis (16/01/2020).

Ketua

Baca Juga: Tim Hukum PDI Perjuangan Gelar Audiensi Bersama KPU

Arief mengaku tidak mengingat kalimat pasti apa yang disampaikan Wahyu, kendati demikian dirinya mengakui bahwa Wahyu menyebut hal itu. "Saya enggak mengingat setiap kalimat, tapi dia selalu mengatakan ini banyak yang 'anu' lah," tambahnya.

Arief kemudian mengatakan kepada Wahyu bahwa terkait dengan proses pergantian antar waktu (PAW) sudah diputuskan. Karena itu pula, kata Arief, Wahyu meminta agar setiap surat yang diterima terkait PAW tersebut dijawab sesegera mungkin bahwa telah diputuskan.

"Saya bilang kita kan sudah ambil keputusan, makanya dia (Wahyu) kemudian minta 'sudahlah kita jawab cepat saja gitu'. Kalau substansinya kan dia tidak pernah mempersoalkan, yang dia sampaikan pada saya yang penting dijawab secepatnya," tutur Arief.

Arief mengaku tidak bersentuhan langsung dengan orang-orang yang menghubungi Wahyu terkait kasusnya itu, karena itu pula dirinya mengaku hanya menjalankan hal yang sesuai dengan proses termasuk soal proses PAW PDI Perjuangan.

"Saya enggak pernah 'anu' ya, hal-hal yang semacam itu kan enggak ada dalam pikiran saya. Maksudnya orang mencoba menekan saya, mencoba itu kan enggak ada. Yang penting bagi saya siapapun yang kirim surat, kita jawab sebagaimana yang harus kita kerjakan," paparnya.

Sebelumnya dalam persidangan DKPP Wahyu menyebut nama Arief terkait permintaan PDI Perjuangan untuk PAW. Hal itu disampaikannya karena mencium adanya pemakelaran.

"Saya bahkan saya juga sudah menyampaikan fenomena yang sedang saya hadapi, saya pernah menyampaikan itu kepada Pak Ketua (Arief Budiman) dan Kak Evi (Evi Novida Ginting Manik)," kata Wahyu dalam persidangan.

"Saya pernah menyampaikan di chatting saya, saya mohon surat-surat penolakan terhadap PDI-P segera dikeluarkan karena ada situasi permakelaran," sambungnya.

Kepada Arief Budiman, Wahyu juga meminta agar menghubungi Harun Masiku untuk menyampaikan bahwa permohonan PAW PDI Perjuangan tidak dapat KPU laksanakan karena tak memenuhi ketentuan perundang-undangan.

"Karena gelagatnya tidak enak, saya bilang ke ketua, ketua kalau ketua bisa berkomunikasi dengan Harun tolong disampaikan bahwa permintaan PDI-P melalui surat tidak mungkin bisa dilaksanakan, kasihan Harun," tutur Wahyu. (edi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini