nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS Sepakat Usulan Ambang Batas Parlemen Jadi 5%

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Rabu 15 Januari 2020 19:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 337 2153359 pks-sepakat-usulan-ambang-batas-parlemen-jadi-5-12b7gjCTRs.jpg Ketua PKS Jazuli Juwaini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku tak keberatan dengan usulan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang ingin menaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen.

Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengutarakan, tak keberatan ihwal usulan tersebut. Menurutnya, ambang batas parlemen menjadi 5 persen adalah aturan yang wajar.

“Enggak keberatan menurut PKS itu wajar. Justru PKS di 5 persen itu bagus,” ujar Jazuli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/1/2020). 

Baca Juga: PAN Tak Sepakati Usulan PDIP soal Kenaikan Ambang Batas Parlemen 5%

Jazuli menjelaskan, alasan mengapa PKS setuju ambang batas parlemen berada di angka 5 persen , karena menurut dia kenaikan itu sudah dilakukan secara berjenjang.

“PKS setuju 5 persen karena itu ada kenaikan yang gradual. Kemarin itu kan 4 persen. Saya kira kalau kenaikan 4,5 persen, 5 persen itu wajar kenaikannya,” ungkapnya.

Gedung DPR

Namun, Jazuli berharap kenaikan ambang batas parlemen hanya 5 persen saja. Sebab, diperlukan kajian kembali jika melebihi dari angka 5 persen dan khawatir malah banyak suara yang terbuang.

“Tapi kalau di atas itu (5 persen) saya kira harus dikaji lebih dalam, karena apa? Karena kalau artinya kalau lebih tinggi, itu lebih tinggi suara rakyat yang terbuang enggak terwakili,” imbuh Jazuli.

Baca Juga: PDIP Usul Parliamentary Threshold Jadi 5%

Jazuli menekankan, PKS tak sepakat dengan usulan proporsional tertutup. Meski, lebih cenderung sepakat jika pemilu tetap dilakukan dengan proporsional terbuka demi kebaikan demokrasi Indonesia.

“Saya kira akan lebih bagus terbuka, karena terbuka ini lebih mencerminkan demokrasi. Kan pemilu itu kan mencari suara rakyat, jangan nanti suara rakyat itu terpatahkan oleh kepentingan politik,” tutur Jazuli.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini