nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DKPP: Ada 3 Tuduhan terhadap Wahyu Setiawan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 18:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 337 2153306 nasib-wahyu-setiawan-sebagai-komisioner-kpu-ditentukan-malam-ini-knqdcQXsww.jpg Wahyu Setiawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang pleno dugaan pelanggaran etik terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Dari aduan yang diterima DKPP, ada tiga tuduhan yang dilayangkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Bawaslu kan menuduh tiga hal melanggar sumpah janji, dianggap tidak mandiri, dan dianggap tidak profesional," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DKPP, Muhammad usai melakukan pemeriksaan etik Wahyu Setiawan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).

Kemudian, pihaknya mencoba dalami dan menanyakan apakah Wahyu mengakui tuduhan-tuduhan tersebut. Menurut Muhammad, sebagian Wahyu bisa menjelaskan posisinya, sebagian tidak bersedia menjelaskan karena terkait proses hukum yang sedang ditangani KPK.

"Tentu kami tidak bisa mendesaknya. Karena kita harus menghargai proses hukum yang berlangsung," katanya.

Terjaring OTT, KPK Tahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Oleh karenanya, setelah mendapatkan sejumlah keterangan dan pengakuan dari Wahyu Setiawan, DKPP akan langsung menggelar musyawarah pada malam ini. Musyawarah itu untuk menentukan status Wahyu Setiawan. 

"Nanti malam kita musyawarah apakah Wahyu terbukti melanggar kode etik atau tidak. Kalau terbukti, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku telah menegaskan sanksinya. Kalau nanti terbukti akan kita ukur derajat pelanggaran etiknya," ucapnya.

Usai sidang pleno, pihaknya berharap besok sudah bisa diumumkan hasilnya terkait status Wahyu sebagai Komisioner KPU. "Jadi, cukup satu kali sidang untuk kemudian bermusyawarah. Malam ini musyawarah hasilnya. Semoga besok siang kami bacakan hasilnya," ujarnya. 

Baca Juga: Wahyu Setiawan Ngaku Siap Jalani Sidang Etik DKPP

DKPP akan menyampaikan hasil keputusan dari musyawarah terkait Wahyu Setiawan ke KPU, Bawaslu, dan Presiden. 

Seperti diketahui, Wahyu Setiawan merupakan tersangka penerima suap pemulusan proses penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang lainnya tersebut yakni, mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF), mantan Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu dan Agustiani ditetapkan KPK sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun, Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Wahyu baru menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya Rp200 juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini