nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin Sebut Pengembalian Dana Nasabah Jiwasraya Tunggu Proses Hukum di Kejagung

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 15:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 337 2153238 ma-ruf-amin-sebut-pengembalian-dana-nasabah-jiwasraya-tunggu-proses-hukum-di-kejagung-rhVlIIh8rN.jpg Wakil Presiden Ma'ru Amin. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan, keputusan pengembalian dana nasabah yang dirugikan akibat kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya masih menunggu proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Kemudian keputusannya nanti dana-dana nasabah itu seperti apa, bagaimana penyelesaiannya, kita ikuti saja apa yang sudah menjadi pembahasan atau proses yang sudah dilakukan Kejagung," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berujar, saat ini penegak hukum masih mengkaji mekanisme pengembalian dana nasabah yang dirugikan dalam kasus ini. Ma'ruf mengatakan, pengambilan keputusan terkait dana nasabah tidak sederhana. Karena itu, semua pihak diminta menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

"Saya kira ada mekanisme yang nanti akan ditetapkan. Kan masih dalam pengkajian, seperti apa, berapa besarnya, berapa jumlah nasabah, nanti ada cara-caranya. Ini kan masalah yang tentu tidak sederhana memutuskannya," ucap Ma'ruf.

Wapres Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

Kejagung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya. Kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp13,7 triliun.

Mereka yang dijadikan tersangka itu adalah eks Dirut PT Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan, Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presdir PT TRAM Heru Hidayat, dan eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, dana nasabah yang belum kembali karena kasus gagal bayar yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya bakal dibayarkan secara bertahap.


Baca Juga : Ketua MPR Minta Kejagung Usut Tuntas Kasus Korupsi Jiwasraya

Pemerintah saat ini sedang berupaya memperbaiki tekanan likuiditas yang terjadi di perusahaan pelat merah itu. Salah satunya melalui pembentukan holding sektor asuransi. Holding ini diperkirakan menambah likuiditas Jiwasraya senilai Rp1,5 triliun.

"Jadi kan ada step-nya, seperti pembentukan holding itu nanti akan ada cashflow Rp1,5 triliun, jadi bisa cicil (dana nasabah) ke depannya," kata Erick di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis 9 Januari 2020.

Selain dari pembentukan holding, upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan melepaskan aset-aset Jiwasraya sehingga menambah keuangan perseroan. Namun, Erick enggan menjelaskan aset Jiwasraya apa yang berpotensi dilepas.


Baca Juga : Ma'ruf Amin Dorong Kejagung Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini