Wahyu Setiawan Ngaku Siap Jalani Sidang Etik DKPP

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 15 Januari 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 337 2153221 wahyu-setiawan-ngaku-siap-jalani-sidang-etik-dkpp-dGt8Qb61Fb.jpg Mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. (Foto : Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA – Tersangka Wahyu Setiawan menyatakan siap menjalani sidang pemeriksaan etik sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU). Wahyu akan disidang terkait dugaan pelanggaran kode etik sebagai Komisioner KPU oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sebagaimana hal itu diungkapkan Wahyu usai berdiskusi dengan penyidik KPK terkait sidang pemeriksaan etik yang akan digelar di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Dalam diskusi dengan penyidik, Wahyu dipersilakan untuk menentukan apakah akan menghadiri pemeriksaan etik atau tidak.

"Karena saya punya niat baik, meskipun per tanggal 10 saya bukan lagi anggota KPU, tetapi saya punya niat baik. Saya hormati DKPP dan saya memutuskan untuk hadir dalam sidang DKPP," kata Wahyu di pelataran Gedung KPK, Rabu (15/1/2020).

Wahyu mengaku tidak mempersiapkan apapun untuk menjalani sidang etik DKPP, sebab belum mengetahui apa saja yang akan ditanyakan. Meski begitu, Wahyu menekankan siap menjalani sidang etik yang dilakukan DKPP.

"Intinya saya menghormati DKPP. Saya punya niat baik untuk menjelaskan terkait dugaan pelanggaran kode etik. Tentu itu saya punya iktikad baik," ucap Wahyu.

Terjaring OTT, KPK Tahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Wahyu Setiawan merupakan tersangka penerima suap pemulusan proses Pergantian Antar Saktu (PAW) Anggota DPR. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang itu adalah mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF); mantan Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR); dan pihak swasta, Saeful (SAE).

Wahyu dan Agustiani ditetapkan KPK sebagai pihak penerima suap. Sementara Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.


Baca Juga : Besok, DKPP Gelar Sidang Etik Terkait Wahyu Setiawan

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun, Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya senilai Rp200 juta diduga digunakan pihak lain.


Baca Juga : KPK Persilakan DKPP Gelar Sidang Etik Wahyu Setiawan di Kantornya

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini