nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres Ma'ruf Amin Sebut UU Baru Tak Bikin KPK Tumpul

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 14:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 15 337 2153194 wapres-ma-ruf-amin-sebut-uu-baru-tak-bikin-kpk-tumpul-xC2opCGoIR.jpg Wapres Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin menyebut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak memperlambat kerja penindakan lembaga antirasuah.

Ma’ruf Amin mencontohkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah dan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan pasca-UU KPK hasil revisi resmi berlaku.

"Menurut saya kalau ada dugaan bahwa UU yang baru itu KPK menjadi tumpul, kemudian tidak memiliki kemampuan, ternyata tidak kan. Bupati Sidoarjo kena OTT, komisioner KPU kena OTT," kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Ma'ruf menegaskan, UU KPK yang baru tidak menghalang-halangi kerja KPK untuk melakukan penindakan. Sementara hal teknis terkait penyidikan, lembaga antirasuah memiliki wewenang untuk melakukannya.

Terjaring OTT, KPK Tahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan

"Artinya UU itu tidak menghalangi adanya penangkapan-penangkapan. Kalau masalah soal teknis proses penyidikan, itu saya kira kewenangan cara-cara KPK bagaimana dia melakukan upaya-upaya itu, sangat teknis sekali," tutur Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

KPK diketahui telah meringkus Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah lantaran diduga menerima sejumlah uang terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kabupaten Sidoarjo. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh lembaga antirasuah.

Di sisi lain, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses PAW di DPR RI. Empat tersangka tersebut adalah Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Bawaslu sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.


Baca Juga : KPK Pastikan Sudah Koordinasi dengan Polri untuk Buru Harun Masiku

Sementara dua pihak pemberi suap, yaitu Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Dalam perkara ini, nama Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto turut terbawa-bawa. Namun, Hasto telah membantahnya.


Baca Juga : Ketua KPK Jamin Harun Masiku Tak Akan Lolos dari Perburuan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini