nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Tunggu Hasil Audit BPK Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Asabri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 15 Januari 2020 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 15 337 2153188 kpk-tunggu-hasil-audit-bpk-tindaklanjuti-dugaan-korupsi-asabri-ctAL2O931g.JPG Ketua KPK, Firli Bahuri (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait dugaan kerugian negara atau korupsi di tubuh PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Hasil audit BPK, nantinya akan menjadi acuan KPK untuk menindaklanjuti dugaan korupsi tersebut.

Ketua KPK, Firli Bahuri memastikan bahwa pihaknya siap untuk menindaklanjuti dugaan korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp16 triliun ini. Namun, lembaga antirasuah itu masih menunggu hasil pembahasan di tataran internal BPK untuk menindaklanjuti kasus ini.

"Mereka (BPK) akan bahas dulu. Setelah itu KPK akan diundang untuk bahas bersama. Secara mendalam, tentu pihak BPK persiapkan dulu, kita tunggu dulu karena pihak BPK harus bekerja dulu," kata Firli kepada Okezone, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: KPK Akan Gandeng BPK Terkait Dugaan Korupsi di Asabri

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Kata Ghufron, saat ini pihak BPK sedang melakukan pembahasan hasil audit di tataran internal terkait dugaan korupsi ini. Besok, KPK dan BPK akan duduk bersama membahas dugaan korupsi ini setelah ada hasil audit.

"Kami sudah koordinasi dengan BPK. Masih menunggu hasil audit dari BPK yang rencananya akan disampaikan pada Kamis besok. Kami sudah berkoordinasi secara intens untuk menangani perkara ini," ucapnya.

Gedung KPK

Baca juga: Dugaan Korupsi Asabri, Mahfud MD: Saya Dengar Tak Kalah Fantastis dengan Jiwasraya

Sebelumnya, anggota BPK, Harry Azhar Azis mengaku bahwa pihaknya masih melakukan proses pengumpulan data dan informasi terkait kasus dugaan korupsi di PT Asabri. Saat ini, BPK menafsir kerugian negara akibat dugaan penyelewengan dana Asabri ini mencapai Rp10 sampai Rp16 triliun.

"Sekarang masih dalam proses pengumpulan data dan informasi yang diperkirakan potensi kerugian Rp10 sampai Rp16 triliun," kata Harry Azhar Azis.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini