Kerugian Negara Akibat Korupsi PT Asabri Ditaksir Capai Rp16 Triliun

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 15 Januari 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 337 2153118 kerugian-negara-akibat-korupsi-pt-asabri-ditaksir-capai-rp16-triliun-4B4BCE453V.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih mengumpulkan data dan informasi terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Saat ini, BPK menafsir kerugian negara akibat dugaan penyelewengan dana Asabri ini mencapai Rp10 sampai Rp16 triliun.

"Sekarang masih dalam proses pengumpulan data dan informasi yang diperkirakan potensi kerugian Rp10 sampai Rp16 triliun," kata Anggota BPK, Harry Azhar Azis saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (15/1/2020).

Harry Azhar mengaku sedang berkoordinasi dengan lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna menindaklanjuti dugaan potensi kerugian keuangan negara di kasus ini. Nantinya, para lembaga penegak hukum akan duduk bersama dengan BPK untuk membahas kasus ini.

"Ya, kita berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan KPK," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua KPK Firli Bahuri memastikan jajarannya siap menindaklanjuti kasus dugaan korupsi di PT Asabri. Firli mengaku telah membuka komunikasi dengan Ketua BPK terkait kasus ini. Namun, kata Firli, pihaknya masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut dari BPK.

"Prinsip KPK sangat siap untuk menangani (kasus Asabri). Saya sudah komunikasi dengan Ketua BPK, terkait kasus Asabri. Kami masih menunggu hasil bahasan BPK RI setelah itu kami akan bahas bersama," ucap Firli, Rabu 15 Januari 2020.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Kementerian BUMN mengakui adanya kerugian negara sebesar Rp10,8 triliun. Namun, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo belum bisa membeberkan nilai kerugian dari sisi sahamnya. Sebab, Kementerian BUMN sedang mengkaji kasus tersebut.

Kerugian pada perusahaan pelat merah itu, dilakukan sudah sejak lama, meskipun belum diketahui awal kasus ini.

Baca juga: Sri Mulyani-Erick Thohir Siap Blakblakan soal Kasus Jiwasraya dan Asabri

Sejumlah Menteri pun sudah angkat bicara terkait kerugian negara yang ditimbulkan dua asuransi tersebut. Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan akan berkoordinasi dengan koordinasi dengan Menteri BUMN Erick Tohir dan juga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Satu atau dua hari lagi kita akan komunikasikan langkah-langkah yang diperlukan," kata Mahfud MD.

Diakui Mahfud, ada kemiripan modus dalam korupsi Jiwasraya dengan Asabri. Namun dia belum membeberkan seperti apa modus yang ada. Untuk kepastiannya akan dibahas dalam pertemuan tersebut. (qlh)

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini